MANADO — Proses suksesi kepemimpinan BKPRMI Sulawesi Utara memasuki babak baru setelah Musda yang digelar beberapa waktu lalu gagal menghasilkan ketua definitif. Dalam pemungutan suara yang berlangsung ketat, Sulhan Manggabarani meraup 8 suara, sementara Donal Pakuku hanya terpaut satu suara dengan perolehan 7 suara.
Meski Sulhan unggul, forum tidak mencapai konsensus sehingga DPP BKPRMI memutuskan untuk mengambil alih keputusan. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas organisasi di tingkat provinsi.
Selisih Satu Suara, Forum Tak Capai Mufakat
Berdasarkan berita acara dan catatan persidangan yang dihimpun, seluruh fakta forum mencatat bahwa dari 15 suara sah yang digunakan, tidak ada kandidat yang meraih dukungan mutlak. Ketatnya persaingan membuat proses musyawarah berjalan alot dan akhirnya menemui jalan buntu.
Keputusan DPP mengambil alih proses diharapkan menjadi solusi terbaik untuk menyelesaikan kebuntuan. “Ini adalah langkah prosedural yang lazim dilakukan ketika forum musyawarah tidak mencapai titik temu,” ujar salah satu sumber di internal kepengurusan.
Apa Langkah DPP BKPRMI Selanjutnya?
Hingga berita ini diturunkan, DPP BKPRMI belum merilis keputusan resmi terkait mekanisme penyelesaian Musda Sulut. Namun, pengambilalihan oleh pusat lazimnya dilakukan melalui penunjukan formatur atau pelaksana tugas (Plt) untuk menjembatani kedua kubu.
Proses ini menjadi perhatian karena BKPRMI merupakan wadah pembinaan pemuda masjid yang memiliki jaringan luas di Sulawesi Utara. Kepemimpinan yang solid dinilai penting untuk menjalankan program-program keumatan dan sosial keagamaan di daerah.
Kedua kandidat, Sulhan Manggabarani dan Donal Pakuku, sama-sama memiliki basis pendukung yang kuat. Hasil akhir dari keputusan DPP akan menentukan arah organisasi ke depan, terutama dalam menghadapi agenda-agenda strategis kepemudaan dan kemasjidan di Sulut.