MANADO — Gempa bumi magnitudo 7,7 yang berpusat di Laut Maluku memicu peringatan dini tsunami dari BMKG. Pusat gempa berada di koordinat 5,79 lintang utara dan 125,05 bujur timur, sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karangtung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer. Guncangan dilaporkan terasa oleh warga Gorontalo sekitar pukul 07.37 Wita.
16 Wilayah Berstatus Siaga, Wajib Evakuasi
BMKG menetapkan status "Siaga" bagi pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang berada di jalur potensi tsunami. Instruksi dari pemerintah pusat jelas: segera arahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi ke tempat aman.
Wilayah yang masuk status Siaga meliputi Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Kota Manado, Minahasa bagian Utara, Minahasa Utara bagian Utara, Kepulauan Minahasa, Minahasa Selatan bagian Utara, Kota Bitung, dan Bolaangmongondow bagian utara. Di luar Sulawesi Utara, status ini juga berlaku untuk Gorontalo bagian Utara, Buol, Toli-Toli, Minahasa Utara bagian Selatan, Minahasa bagian Selatan, Donggala bagian Utara, Kota Ternate, dan Kota Palu bagian Barat.
Waspada: Jauhi Pantai dan Tepian Sungai
Sementara itu, 13 wilayah lainnya masuk kategori "Waspada". Pemerintah daerah di level ini diminta mengimbau warganya untuk tidak beraktivitas di pantai dan menjauhi tepian sungai. Gelombang tinggi atau arus deras tetap berpotensi terjadi meski statusnya lebih rendah dari Siaga.
Wilayah berstatus Waspada mencakup Halmahera, Halmahera Utara, Minahasa Selatan bagian Selatan, Kutai Timur, Berau, Bolaangmongondow bagian Selatan, Kota Tidore, Bonebolango, Bulungan, Donggala bagian Barat, Nunukan, Kota Bontang, dan Kota Tarakan.
Peringatan Dini Tsunami untuk Lima Provinsi
Peringatan dini tsunami secara umum dikeluarkan BMKG untuk lima provinsi: Gorontalo, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Informasi ini disampaikan BMKG melalui laman resmi bmkg.go.id pada pukul 06.51 WIB, menyusul gempa yang terjadi pukul 06.37 WIB.
BMKG terus memantau perkembangan situasi dan akan memperbarui status peringatan jika ada perubahan data. Warga diimbau tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dari pemerintah setempat dan BPBD.