MANADO — Guncangan gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Berdasarkan data sementara dari Basarnas, tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat peristiwa yang terjadi pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB itu.
Korban Dirawat di Puskesmas Rainis
Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng, mengungkapkan bahwa salah satu korban bernama Asna Bawiling saat ini tengah menjalani perawatan medis. "Informasi dari Kades Nunu, Kecamatan Rainis, korban sekarang menuju puskesmas untuk mendapatkan perawatan di Puskesmas Rainis. Korban dalam keadaan tidak sadar," ujarnya dalam keterangan resmi.
Dua Rumah Rusak Ringan di Kepulauan Sangihe
Selain korban luka, gempa juga menyebabkan kerusakan pada dua unit rumah di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kepala Kantor SAR Manado, George Mercy Randang, menyebutkan kerusakan tersebut masih dalam kategori ringan.
"Sementara untuk perkembangan terkait dampak dari gempa, tentunya kami menyesuaikan dari informasi terbaru dari masyarakat, dan saat ini masih kami pendalaman," ungkapnya.
Tsunami Minor Terdeteksi di Beberapa Titik Pesisir
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa gempa bumi ini juga memicu terjadinya tsunami minor di sejumlah wilayah pesisir. Berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 08.22 WIB, gelombang tsunami dengan ketinggian di bawah 20 sentimeter terdeteksi di beberapa stasiun pemantau muka air laut.
Proses Pendataan Dampak Masih Berlangsung
Pihak Basarnas dan BNPB terus melakukan pendalaman data terkait dampak gempa. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tim SAR masih melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban atau kerusakan tambahan.