SULAWESI UTARA — Angka itu disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI yang membahas ekosistem dan daya saing industri kendaraan listrik nasional.
Pertumbuhan populasi kendaraan listrik pada periode 2020–2025 tercatat menembus compound annual growth rate (CAGR) lebih dari 150 persen. Lonjakan ini disebut Setia tidak lepas dari kondisi geopolitik dan harga bahan bakar yang mendorong peralihan ke kendaraan berbasis baterai.
Sepeda Motor Listrik Dominasi dengan 280.136 Unit
Dari total populasi hingga Agustus 2026, kendaraan roda dua masih memimpin dengan 280.136 unit. Mobil listrik penumpang menyusul di posisi kedua dengan 259.077 unit.
Segmen lainnya masih jauh tertinggal:
- Bus listrik: 936 unit
- Kendaraan listrik roda tiga: 919 unit
- Kendaraan komersial listrik: 607 unit
- Kendaraan khusus: 3 unit
"Roda 2 dan roda 4 ini yang paling menjadi krusial dan menjadi penggerak utama pada sektor kendaraan listrik," ujar Setia.
70 Perusahaan Produksi Motor Listrik, 15 Pabrikan Mobil Listrik
Dari sisi pelaku industri, Kemenperin mencatat 70 perusahaan memproduksi kendaraan roda dua dan roda tiga. Jumlah itu jauh lebih besar dibanding kendaraan roda empat yang diisi 15 perusahaan, serta kendaraan komersial listrik dengan 10 pabrikan yang sudah beroperasi.
Setia menyebut seluruh segmen itu tergabung dalam satu ekosistem, mulai dari bus dan truk, kendaraan roda empat, hingga roda dua dan roda tiga.
Investasi Rp30,4 Triliun Serap 10.650 Tenaga Kerja
Total investasi yang masuk ke industri kendaraan listrik dalam negeri mencapai Rp30,4 triliun. Nilai itu mencakup pengembangan di semua segmen, dari kendaraan roda dua dan roda tiga, roda empat, bus, truk, hingga kendaraan komersial lainnya.
Dampak ke lapangan kerja juga tercatat konkret. Industri ini menyerap sekitar 10.650 tenaga kerja langsung.
"Secara total memang total investasi yang sudah ada itu ada sekitar Rp30,4 triliun dan tenaga kerja yang terlibat langsung ada sekitar 10.650 orang," kata Setia.
Pendorong Utama Sejak 2023
Setia menyebut perkembangan kendaraan listrik di Indonesia ter-trigger sejak 2023 hingga 2026. Komitmen terhadap net zero emission disebutnya jadi salah satu faktor yang membuat sektor transportasi beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai.
Data populasi dan investasi ini menjadi gambaran sejauh mana ekosistem kendaraan listrik nasional terbentuk, meski distribusinya masih sangat terkonsentrasi di segmen roda dua dan roda empat.