SULAWESI UTARA — Rumah produksi dokumenter asal Paris, CAPA, tengah mengembangkan film bertajuk Sean Connery: The Untold Story yang disutradarai Stéphanie Renouvin, cucu dari istri kedua sang aktor, Micheline Roquebrune. Proyek ini digarap bersama Canal Plus dan Sky yang masuk sebagai mitra di Inggris, menyusul kesuksesan mini-seri Mme Sean Connery pada 2022. Dokumenter tersebut menjadi salah satu andalan CAPA dalam misi memperluas jangkauan internasional perusahaan.
Pengembangan dokumenter Sean Connery: The Untold Story diumumkan bersamaan dengan penunjukan Sally Blake sebagai Deputy Director CAPA, bagian dari grup Studio TFI. Blake mengaku proyek ini sudah dikembangkan di internal CAPA dan melibatkan sejumlah mitra produksi lintas negara.
"Kami mengembangkannya di sini. Ini koproduksi dengan Canal Plus dan Sky sudah bergabung di Inggris," ujar Blake, yang juga menyebut Embankment asal London dan Boy 313 asal Glasgow sebagai koproduser.
Sosok di Balik Layar
Stéphanie Renouvin bukan nama baru di proyek bertema Sean Connery. Jurnalis dan presenter televisi Prancis itu sebelumnya menggarap mini-seri Mme Sean Connery pada 2022, yang berfokus pada sang nenek dan ditujukan terutama untuk penonton Prancis.
Kali ini, Renouvin naik ke kursi sutradara untuk menyusun kisah sang bintang James Bond dari sudut pandang yang lebih personal. Keterkaitan keluarga dengan Connery disebut menjadi nilai tambah yang mengikat proyek ini dengan pasar Prancis.
Alasan CAPA Yakin Dokumenter Ini Bisa Mendunia
Blake menilai sosok Sean Connery punya daya tarik universal, sementara kedekatan Renouvin dengan subjeknya memberi akar kuat di Prancis. Kombinasi itu dianggap ideal untuk menjangkau penonton di berbagai wilayah.
"Sean Connery jelas universal, sementara keterkaitan Stéphanie dengan subjeknya memberinya pijakan yang baik di Prancis. Itu contoh sempurna dari sesuatu yang bisa berbicara lintas audiens," kata Blake kepada Deadline, beberapa hari setelah pengumuman posisinya.
Rekam Jejak Sally Blake di Industri Dokumenter
Blake bukan pendatang baru. Ia sudah bekerja sebagai produser di CAPA sejak 2017, baik secara langsung maupun lewat label Films à Cinq yang ia dirikan bersama Martin de la Fouchardière.
Sepanjang 20 tahun kariernya, ia terlibat dalam sejumlah karya dokumenter. Salah satunya The Messenger (2015) garapan Su Rynard, yang membahas ancaman lingkungan terhadap burung penyanyi dan tayang perdana di festival Hot Docs, Kanada, sebelum diakuisisi Kino Lorber untuk pasar Amerika Serikat.
Di bawah naungan CAPA, ia memproduseri Revival69: The Concert That Rocked the World karya Ron Chapman serta Russians at War garapan Anastasia Trofimova, yang tayang perdana di Festival Film Venesia 2024. Kredit terbarunya mencakup 13 Hours to Survive (2025), Marie Antoinette Confidential (2025), dan Tardigrade, the Indestructible Animal.
Misi Internasionalisasi CAPA
Penunjukan Blake menyertai tugas yang jelas: mendorong sisi internasional CAPA. Ia akan bekerja erat dengan Managing Director Patrice Lorton untuk menghubungkan perusahaan dengan wilayah baru dan sumber pendanaan baru.
"Saya sudah menjadi produser di CAPA selama beberapa tahun dan sebelumnya produser independen, baik di Kanada maupun Prancis, jadi saya membangun jaringan besar untuk membuat koproduksi internasional. Alasan utama mereka memberi saya posisi ini adalah untuk mendorong sisi internasional," ujar Blake.
CAPA dikenal sebagai rumah produksi dokumenter terbesar di Prancis, dengan produksi yang mengisi berbagai platform dan kanal televisi. Blake menyebut sederet karya mereka yang bergaung di pasar lokal, termasuk serial true-crime From Rock Star to Killer tentang penyanyi rock Bertrand Cantat.
Serial itu dirilis di Netflix pada Maret 2025 dan masuk jajaran 10 besar dokumenter platform tersebut. CAPA juga memproduksi docu-drama dua bagian November 13, Sonia's Choice, yang mengangkat kisah nyata seorang perempuan dalam pengejaran pelaku serangan teror Paris 13 November 2015.
Karya tersebut ditayangkan France Télévisions pada slot primetime 13 November 2025, bertepatan dengan peringatan 10 tahun serangan yang menewaskan 130 orang. Blake menyebut format docu-drama sebagai salah satu area yang ingin digarap lebih banyak karena performanya sedang kuat.
"Menurut saya kualitas program CAPA adalah sesuatu yang bisa melangkah lebih jauh dari sekarang, dan itu yang benar-benar ingin saya wujudkan," kata Blake.
Bagi industri dokumenter global, langkah CAPA menandai pola yang makin umum: rumah produksi Eropa memburu mitra lintas negara agar karya mereka tidak berhenti di pasar domestik.