Pencarian

HUT ke-62 Sulut, Anggota DPRD Hendry Walukow Desak Solusi Krisis Air dan Gagal Panen di 2.846 Hektare Sawah

Selasa, 22 September 2026 • 09:16:31 WIB
HUT ke-62 Sulut, Anggota DPRD Hendry Walukow Desak Solusi Krisis Air dan Gagal Panen di 2.846 Hektare Sawah
Anggota DPRD Sulawesi Utara Hendry Walukow mendesak solusi krisis air dan gagal panen pada peringatan HUT ke-62 provinsi.

MANADO — Politisi daerah pemilihan Minahasa Utara–Bitung itu menilai peringatan ulang tahun provinsi seharusnya tidak berhenti pada seremonial. Menurut Walukow, momen hari jadi daerah semestinya menjadi titik tolak lahirnya terobosan nyata bagi warga yang sedang kesulitan. Ia menyoroti kondisi lapangan yang disebutnya semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Banyak desa melaporkan sumur-sumur mereka mulai mengering. Pasokan air dari PDAM juga kian terbatas. Persoalan itu belum termasuk dampak yang dialami sektor pertanian, tempat banyak petani mengalami gagal panen akibat musim kemarau panjang yang tak kunjung usai.

Keluhan Warga Dinilai Bukan Lagi Kasus Tunggal

Walukow menegaskan keluhan semacam ini bukan lagi kasus tunggal. Ia menyebutnya sudah menjadi fenomena luas yang perlu ditangani serius oleh pemerintah di semua tingkatan. Legislator itu berharap pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota bergerak cepat mengatasi krisis kekeringan.

Masyarakat, katanya, sudah sangat kewalahan menghadapi situasi tersebut. Mereka tidak bisa dibiarkan menunggu terlalu lama tanpa intervensi.

2.846,5 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan

Data terbaru yang dihimpun menunjukkan luas lahan sawah terdampak kekeringan di Sulawesi Utara mencapai sekitar 2.846,5 hektare. Angka itu merupakan akibat fenomena iklim yang melanda kawasan tersebut. Walukow mengingatkan kegagalan panen dalam skala seluas itu berdampak langsung pada pendapatan petani serta ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, penanganannya tidak bisa ditunda. Ia menilai kondisi tersebut wajib menjadi perhatian serius pemerintah.

Air Bersih dan Pertanian Disebut Saling Berkaitan

Walukow menambahkan persoalan air bersih dan pertanian saling berkaitan erat. Ketika sumur mengering dan layanan PDAM terbatas, rumah tangga kehilangan akses air bersih. Petani pun kehilangan sumber pengairan bagi sawah mereka.

Karena itu, ia mendorong adanya koordinasi lintas daerah agar bantuan dan solusi bisa menjangkau desa-desa yang paling parah terdampak. Pemerintah, tegasnya, tidak boleh bekerja sendiri-sendiri, melainkan harus bergerak bersama antara provinsi, kabupaten, dan kota.

Harapan agar HUT Provinsi Bawa Perubahan Nyata

Walukow berharap peringatan hari jadi provinsi tahun ini benar-benar membawa perubahan bagi masyarakat. Baginya, keberadaan warga Sulawesi Utara, terutama para petani, harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.

Jika krisis kekeringan dibiarkan berlarut-larut, ia khawatir dampaknya akan semakin meluas. Pemulihan ekonomi masyarakat di sektor pertanian dinilainya bakal semakin sulit.

Pernyataan tersebut disampaikan Walukow pada Senin, 21 September 2026, dua hari menjelang puncak peringatan HUT Provinsi Sulawesi Utara. Ia menegaskan momen ulang tahun daerah semestinya dimanfaatkan pemerintah untuk mengevaluasi kinerja dan merumuskan solusi bagi persoalan mendesak yang dihadapi rakyat.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lutimterkini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks