SULAWESI UTARA — Jonathan Lipnicki kembali ke layar lewat film Primetime garapan Lance Oppenheim untuk A24, beradu akting dengan Robert Pattinson yang memerankan Chris Hansen. Aktor 35 tahun itu menjalani adegan frontal penuh dengan sebotol krim kocok, keputusan yang ia sebut sebagai ujian keberanian seorang seniman. Film ini tayang perdana di Festival Film Venesia dan kini sedang tayang di bioskop.
Jonathan Lipnicki mengaku sempat berdoa setiap malam agar mendapat kejelasan soal arah kariernya. Ia kemudian mendapat peran dalam Primetime, proyek yang menurutnya menjadi titik paling berani sepanjang kariernya meski durasi layarnya tak sebesar kredit lain di IMDb.
Lipnicki adalah mantan bintang cilik yang debut di usia 6 tahun lewat Jerry Maguire arahan Cameron Crowe, beradu akting dengan Tom Cruise dan Renée Zellweger. Namanya lalu melesat lewat Stuart Little sebelum ia beranjak dewasa dan mencari peran-peran baru.
Siapa Crazyfrog73 di Primetime
Dalam Primetime, Lipnicki memerankan karakter yang hanya dikenal lewat nama layar Crazyfrog73. Karakter itu terjebak dalam situasi terpojok di dapur saat berharap bisa bertemu seorang remaja lelaki yang diperankan Skyler Gisondo.
Film ini dibintangi Robert Pattinson sebagai Chris Hansen, pembawa acara dokumenter kontroversial NBC berjudul To Catch a Predator. Deretan pemain lain mencakup Merritt Wever, Skyler Gisondo, Phoebe Bridgers, dan Bokeem Woodbine.
Naskah Primetime ditulis penulis pendatang baru Ajon Singh, diadaptasi lewat dari artikel Esquire karya Luke Dittrich. Ceritanya mendramatisasi tahun paling kelam Hansen selama memandu To Catch a Predator.
Adegan Frontal dan Alasan Lipnicki Menerimanya
Lipnicki tampil frontal penuh di satu adegan, lengkap dengan sebotol krim kocok. Ia menyebut keputusan itu sebagai jawaban atas pertanyaan yang ia lontarkan ke dirinya sendiri.
"As actors, we pray for dark material and for things we can really sink our teeth into. At the end of the day, you have to ask yourself, 'Am I as courageous an artist as I say I am?' I had to answer that question, and I was courageous enough to take the plunge," kata Lipnicki kepada The Hollywood Reporter dalam wawancara lewat Zoom pada September.
"I've tried to live by the idea that, when it comes to art, if something scares you, most likely you should do it," ujarnya menambahkan.
Pujian Sutradara Lance Oppenheim
Oppenheim menyebut adegan itu sebagai penentu nada film secara keseluruhan. Menurutnya, Lipnicki harus menjiwai sosok yang sangat terganggu dan menciptakan pengalaman rumit bagi karakter Dan serta penonton.
"When it came to this role, which is a tough one, I explained to him that doing this scene right would be a turning point for the movie, tonally. He had to embody a very disturbed individual and create an incredibly complicated experience for both Dan and the audience. I'm so grateful to him that he agreed to do it, and I really don't know if the scene — or the film — would work without him," kata Oppenheim lewat email.
Lipnicki menyiapkan perannya dengan menonton berbagai episode dan segmen sulit dari acara aslinya. Ia membangun latar belakang lengkap karakternya, mulai dari tempat tinggal, pekerjaan, hingga orang-orang di sekitarnya.
"He had come up with a whole backstory: where the guy lived, what he did for work, who existed in his life. When he came to set, he had embodied all of this and more through a certain kind of physicality that immediately was so different than any character he had embodied before. I wasn't seeing Jonathan. I was seeing his character," ujar Oppenheim.
Sutradara itu juga menyoroti improvisasi Pattinson dan Lipnicki yang berlangsung hampir 10 menit. "I loved being on set with Jonathan," katanya.
Meninggalkan Los Angeles
Lipnicki mengaku mengambil keputusan berani serupa di hidup pribadinya. Ia mengemas seluruh barangnya dan meninggalkan Los Angeles, sebuah perjalanan yang ia juluki sebagai momen Eat, Pray, Love, hingga akhirnya menetap di Oklahoma.
Oppenheim menyebut Jerry Maguire menjadi salah satu referensi saat pembuatan Primetime. Ia sempat memutar film itu untuk kru dan mulai mengikuti kembali jejak karier Lipnicki, yang dinilainya semakin tanpa rasa takut.
Primetime kini sedang tayang di bioskop setelah debutnya di Festival Film Venesia. Di festival itu Oppenheim menyatakan pemilihan aktor seperti Lipnicki dan Gisondo memang disengaja karena latar belakang mereka sebagai mantan bintang cilik.