MINAHASA — Monumen Patung Pahlawan Nasional Kapten Anumerta Pierre Tendean berdiri di Kecamatan Remboken, wilayah yang punya keterikatan sejarah mendalam dengan sang perwira. Peresmian dipimpin langsung Wakil Gubernur Sulawesi Utara Johanis Victor Mailangkay. Turut hadir jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan unsur pimpinan daerah.
Dalam sambutannya, Wagub Victor Mailangkay menegaskan keberadaan monumen bukan sekadar penanda fisik. Ia menyebut bangunan itu sebagai simbol keberanian, loyalitas, dan dedikasi tanpa batas kepada negara.
"Monumen ini adalah jembatan sejarah bagi generasi muda. Kita ingin nilai-nilai perjuangan, keteguhan moral, dan rasa cinta tanah air yang ditunjukkan oleh Kapten Anumerta Pierre Tendean terus hidup dalam sanubari warga Sulawesi Utara," ujar Victor Mailangkay.
Siapa Kapten Anumerta Pierre Tendean
Kapten Anumerta Pierre Tendean dikenal atas keberanian dan kesetiaannya dalam peristiwa 1965. Pahlawan revolusi itu memiliki garis keturunan Minahasa dari sang ayah.
Keterikatan darah itu membuat kehadiran patungnya di Remboken terasa berbeda bagi warga setempat. Monumen ini mengukuhkan kembali rasa bangga atas kontribusi putra-putri daerah dalam mempertahankan keutuhan Bangsa Indonesia.
Mengapa Remboken Dipilih sebagai Lokasi Monumen
Remboken di Kabupaten Minahasa bukan lokasi acak. Kecamatan ini menyimpan keterikatan sejarah dengan keluarga dan jejak Pierre Tendean, sehingga dinilai layak menjadi tempat penghormatan.
Pemerintah daerah menempatkan monumen sebagai ruang belajar sejarah bagi generasi muda Sulawesi Utara. Nilai perjuangan yang diusung diharapkan tidak berhenti jadi narasi buku, tetapi hadir dalam bentuk yang bisa dilihat dan dikunjungi warga.
Peresmian dihadiri unsur pimpinan daerah dan tokoh masyarakat Remboken. Kehadiran mereka menegaskan dukungan atas upaya merawat memori bangsa di tanah Minahasa.