TOMPASO — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyampaikan langsung kabar rencana pembangunan pacuan kuda kelas dunia tersebut usai menyaksikan jalannya Kejurnas Pordasi ke-60 Seri II di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Minahasa. Menurut Yulius, Presiden memanggilnya ke Hambalang beberapa hari sebelum agenda kejuaraan nasional itu berlangsung.
Panggilan itu bukan sekadar pertemuan biasa. Salah satu pokok pembicaraan adalah rencana pembangunan fasilitas pacuan kuda berskala internasional di Sulawesi Utara.
"Saya lima hari yang lalu dipanggil Bapak Presiden ke Hambalang. Salah satu pembahasannya adalah beliau akan membangun pacuan kuda di Sulawesi Utara berskala internasional. Nah ini, terima kasih Bapak Presiden, jadi ini berita baik untuk kita," ujar Yulius Selvanus.
Dukungan Pemprov: Fisik dan Kapasitas Atlet
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyatakan komitmen penuh menyokong rencana tersebut. Dukungan tidak hanya pada tahap pembangunan fisik, tetapi juga penguatan mental dan kapasitas nonfisik bagi para atlet lokal.
Yulius menilai momentumnya tepat. Olahraga pacuan kuda di Sulawesi Utara sedang menunjukkan geliat kebangkitan, terbukti dari prestasi yang diraih pada kejuaraan kali ini.
"Ini sejarah untuk kita Sulawesi Utara dan mulai hari ini kita sepakat bersama untuk kuda di Sulawesi Utara akan bangkit kembali. Saya berharap para joki, atlet-atlet kita, kemudian para pemilik stable dan semua pihak akan mendukung organisasi berkuda di Sulawesi Utara," ungkapnya.
Sulut Juara Umum dengan 149 Poin
Harapan kebangkitan itu bukan tanpa dasar. Sulawesi Utara keluar sebagai juara Kejuaraan Nasional ke-60 Pacuan Kuda Pordasi tahun 2026 setelah mengumpulkan nilai terbanyak pada Seri II.
Dari 10 kelas yang dilombakan, Sulut meraih 91 poin dan menyisihkan 13 provinsi lainnya. Sebelumnya pada Seri I di Pangandaran, Jawa Barat, 26 Juli 2026, Sulut mengumpulkan 58 poin.
"Dengan demikian total nilai diperoleh Sulut dari Seri I dan Seri II adalah 149, sehingga Sulut tampil sebagai juara Kejurnas ke-60 Pordasi tahun 2026," ujar Ketua Umum PP Pordasi Aryo Djojohadikusumo.
Persaingan Ketat Antarprovinsi
Yulius menyoroti kualitas persaingan yang menurutnya sangat ketat. Setiap provinsi mengirimkan atlet terbaik, dengan selisih jarak antar-atlet yang tipis.
"Saya melihat kompetisinya sangat ketat, masing-masing provinsi mengirimkan yang terbaik. Jarak setiap atletnya hanya sedikit, setengah badan, kadang kala cuma setengah kepala. Ini sangat hebat kejuaraan kali ini," ujarnya.
Kejuaraan di Tompaso itu disaksikan ribuan penonton. Antusiasme masyarakat dinilai gubernur sebagai sinyal kuat bahwa olahraga berkuda punya basis pendukung yang siap tumbuh di Sulawesi Utara.
Bagi Pemprov Sulut, rencana pembangunan gelanggang internasional menjadi pijakan berikutnya. Detail lokasi, anggaran, dan jadwal pembangunan belum disebutkan dalam keterangan gubernur.