Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melaporkan program bedah rumah telah menyentuh 10.800 unit hingga 30 September 2026. Gubernur Yulius Selvanus menyebut capaian itu naik sekitar 1.346 persen dibandingkan realisasi 2025 yang hanya 747 unit. Setiap penerima mendapat bantuan Rp20 juta per unit.
MANADO — Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan di Manado menjadi ajang Pemprov Sulut memaparkan capaian program bedah rumah. Gubernur Yulius Selvanus mengatakan angka 10.800 unit itu jauh melampaui realisasi tahun sebelumnya.
Program tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Pemprov Sulut, pemerintah kabupaten/kota, perbankan, pelaku usaha, serta masyarakat.
Lompatan Realisasi: dari 747 Unit ke 10.800 Unit
Pada 2025, program bedah rumah di Sulut terealisasi 747 unit. Setahun berselang, jumlahnya melonjak menjadi 10.800 unit atau naik sekitar 1.346 persen.
"Program bedah rumah ini adalah bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, sehat dan nyaman ditempati," kata Gubernur Yulius Selvanus di Manado.
Peningkatan signifikan itu disebut Gubernur menunjukkan percepatan penanganan rumah tidak layak huni di daerah tersebut.
Bantuan Rp20 Juta per Unit Rumah
Setiap rumah penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta per unit. Dana itu digunakan untuk mendukung kebutuhan perbaikan rumah.
"Setiap rumah penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta per unit untuk mendukung kebutuhan perbaikan rumah, sehingga masyarakat dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman," ujar Gubernur.
Dengan skema itu, penerima manfaat diharapkan bisa menempati hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.
21.600 Tenaga Kerja Lokal Diperkirakan Terlibat
Program bedah rumah juga berdampak pada perekonomian daerah. Diperkirakan sekitar 21.600 tenaga kerja lokal terlibat dalam pelaksanaannya.
Aktivitas pembangunan itu membuka kesempatan kerja sekaligus menggerakkan perputaran ekonomi di masyarakat.
Rakor Bahas FLPP hingga Rumah Susun
Rapat koordinasi di Manado tidak hanya membahas bedah rumah. Agenda itu juga mencakup Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), penanganan kawasan kumuh, peningkatan sanitasi, Kredit Program Perumahan (KPP), dan pembangunan rumah susun.
Sejumlah program perumahan tersebut dibahas untuk mempercepat pembangunan di Provinsi Sulut.