Pencarian

IHSG Anjlok 4,31% ke 4.961 di Pembukaan, Saham Perbankan hingga BUVA Tertekan

Senin, 19 Oktober 2026 • 09:18:31 WIB
IHSG Anjlok 4,31% ke 4.961 di Pembukaan, Saham Perbankan hingga BUVA Tertekan
IHSG dibuka anjlok 223,23 poin atau 4,31 persen ke level 4.961 pada perdagangan Senin (19/10).

SULAWESI UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan ambruk 223,23 poin atau 4,31 persen ke level 4.961 pada pembukaan perdagangan Senin (19/10). Tekanan jual masif menghantam hampir seluruh sektor, dengan 542 saham melemah berbanding hanya 80 saham yang menguat. Aksi jual investor asing pada sesi sebelumnya menjadi pemicu utama guncangan pagi ini.

Data RTI Business menunjukkan IHSG bergerak dalam rentang 4.940 hingga 4.974 sepanjang awal sesi. Nilai transaksi di seluruh pasar baru mencapai Rp2,79 triliun dengan volume 22,46 miliar saham dan frekuensi 134,02 ribu kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat Rp8.835,757 triliun.

Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (16/10), investor asing membukukan jual bersih Rp3,40 triliun di pasar reguler. Nilai pembelian asing tercatat Rp9,18 triliun, sementara penjualan mencapai Rp12,57 triliun. Di seluruh pasar, net sell asing mencapai Rp3,35 triliun.

Saham Perbankan Kapitalisasi Besar Ikut Terpangkas

Tekanan paling dalam dialami saham perbankan berkapitalisasi jumbo. BBCA turun 6,86 persen ke Rp4.820, BBRI melemah 6,06 persen ke Rp2.480, dan BMRI terkoreksi 3,83 persen ke Rp3.260.

Pelemahan tiga bank besar ini menjadi penekan utama indeks mengingat bobot kapitalisasi mereka yang dominan. BBCA dan BBRI tercatat sebagai dua saham dengan penurunan paling tajam di antara emiten berkapitalisasi besar.

BUMI, GOTO, hingga CUAN Ikut Melemah

Di luar sektor keuangan, saham berbasis komoditas dan teknologi juga tertekan. BUMI turun 6,72 persen ke Rp125, GOTO melemah 4 persen ke Rp24, ADRO turun 3,62 persen ke Rp2.130, dan ANTM melemah 5,10 persen ke Rp2.420.

DSSA terkoreksi 6,99 persen ke Rp665 dan CUAN turun 6,48 persen ke Rp505. Sementara BUVA anjlok paling ekstrem, 65,83 persen, ke level Rp41.

Breadth Pasar Sangat Negatif

Dari sisi jumlah, hanya 80 saham yang menguat, 542 saham melemah, dan 133 saham stagnan. Rasio saham turun terhadap saham naik hampir 7 banding 1, mencerminkan tekanan jual yang merata.

Bagi investor, kombinasi net sell asing dan breadth negatif ini menandakan arus dana keluar masih berlanjut. Pemantauan terhadap arah aliran asing di sesi-sesi berikutnya menjadi kunci untuk menilai apakah tekanan berlanjut atau mulai mereda.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks