Pencarian

IHSG Pagi Ini Melemah 1,35% ke 5.256, 516 Saham Tertekan

Kamis, 22 Oktober 2026 • 09:19:31 WIB
IHSG Pagi Ini Melemah 1,35% ke 5.256, 516 Saham Tertekan
IHSG melemah 1,35% ke level 5.256 pada perdagangan pagi Kamis (22/10/2026).

SULAWESI UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 72 poin atau 1,35% ke level 5.256 pada perdagangan Kamis (22/10/2026) pagi. Dari 717 saham yang diperdagangkan, 516 saham turun dan hanya 87 saham yang menguat. Pelemahan harian menambah tekanan jangka panjang: IHSG sudah ambles 39,18% sepanjang 2026.

Data RTI menunjukkan IHSG dibuka melemah di level 5.247 sebelum bergerak ke 5.256 hingga pukul 09.00 WIB. Sepanjang sesi pagi, indeks bergerak dalam rentang 5.185 sampai 5.260.

Nilai transaksi indeks baru mencapai Rp 1,18 triliun dengan volume 2,51 miliar lembar saham yang berpindah tangan sebanyak 139.521 kali. Angka itu menandakan aktivitas jual masih mendominasi, dengan 114 saham stagnan melengkapi tekanan di hampir seluruh papan perdagangan.

Tekanan Jangka Panjang yang Belum Berbalik

Pelemahan IHSG bukan hanya cerita satu sesi. Secara bulanan, indeks sudah turun 16,50%. Dalam tiga bulan terakhir koreksinya mencapai 17,05%, sementara dalam enam bulan ambles 29,49%.

Sepanjang 2026, IHSG kehilangan 39,18% dari nilai awalnya. Level 5.256 pagi ini menjadi cermin betapa dalam tekanan yang dialami pasar saham domestik sepanjang tahun berjalan.

Beban di Hampir Seluruh Saham

Komposisi pergerakan saham pagi ini nyaris sepihak. Dari total saham yang aktif diperdagangkan, rasio saham melemah terhadap saham menguat mencapai hampir 6 banding 1.

  • 87 saham menguat
  • 516 saham melemah
  • 114 saham stagnan
  • Nilai transaksi: Rp 1,18 triliun
  • Volume: 2,51 miliar lembar saham
  • Frekuensi: 139.521 kali

Rentang perdagangan 5.185–5.260 memperlihatkan indeks sempat menyentuh titik terendah 71 poin di bawah level pembukaan. Pembukaan di 5.247 sendiri sudah lebih rendah dari posisi penutupan sebelumnya.

Apa Artinya bagi Investor

Koreksi 39,18% year-to-date menempatkan IHSG di wilayah yang secara historis jarang terjadi dalam satu tahun penuh. Bagi investor jangka pendek, tekanan jual yang belum mereda membuat posisi beli berisiko tinggi di sesi pagi.

Bagi pemegang saham jangka panjang, penurunan selama enam bulan berturut-turut membuka pertanyaan soal valuasi. Namun tanpa sentimen positif yang jelas, pasar cenderung bertahan di zona merah sampai ada pemicu baru.

Angka transaksi Rp 1,18 triliun di sesi awal tergolong tipis. Nilai yang kecil dengan jumlah saham melemah yang besar menunjukkan pembeli menahan diri, bukan sekadar panik jual.

Yang Perlu Dipantau Sesi Berikutnya

Perhatian pasar tertuju pada apakah level 5.185 mampu bertahan sebagai support intraday. Jika jebol, tekanan bisa berlanjut ke area 5.200-an bawah yang sudah disentuh pagi ini.

Sebaliknya, jika indeks mampu bertahan di atas 5.250 sampai penutupan sesi pertama, ada peluang teknikal untuk rebound terbatas. Semua bergantung pada apakah arus jual asing mereda dan apakah ada berita korporasi yang menopang sentimen.

Yang jelas, dengan pelemahan 16,50% dalam sebulan terakhir, pasar saham Indonesia sedang berada di fase sulit. Investor disarankan mencermati volume dan nilai transaksi sebagai indikator apakah tekanan ini mulai kehabisan tenaga atau justru baru permulaan.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks