Sulawesi Utara Terima Bantuan Bibit Jagung 15 Ribu Hektare dari Mentan

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 06:22:51 WIB
Menteri Pertanian menyerahkan bantuan bibit jagung untuk lahan 15.000 hektare di Sulawesi Utara.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyetujui bantuan bibit jagung untuk lahan seluas 15.000 hektare di Provinsi Sulawesi Utara pada Jumat (1/5/2026). Kebijakan strategis ini diambil sebagai bentuk apresiasi pusat atas efektivitas kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay dalam membangun sinergi pembangunan daerah.

MANADO — Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, resmi mengucurkan dukungan besar bagi sektor agraris di Sulawesi Utara. Keputusan tersebut disampaikan langsung saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembibitan kelapa, Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Mentan Amran menegaskan bahwa kucuran bantuan bibit jagung masif ini merupakan respons atas solidnya koordinasi pemerintah daerah. Ia menilai tata kelola pemerintahan yang progresif menjadi faktor kunci mengapa Bumi Nyiur Melambai mendapat prioritas perhatian dari kementeriannya.

Apresiasi Kepemimpinan Yulius-Victor

Dalam kunjungannya, Mentan secara terbuka memuji pola komunikasi yang dibangun oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Amran menyebut sinergi pusat dan daerah kini berjalan sangat efektif.

"Ini karena gubernurnya rajin, wakil gubernurnya juga aktif. Pola komunikasinya baik, pemerintahannya berjalan bagus," ujar Amran di hadapan awak media saat meninjau lokasi pembibitan.

Kepercayaan pemerintah pusat ini berujung pada kemudahan akses bantuan bagi petani lokal. Mentan bahkan menantang Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk lebih agresif memetakan kebutuhan alat dan sarana pertanian lainnya di masa mendatang.

Akselerasi Pangan dan Tambahan Sarana Pertanian

Selain bibit jagung, Kementerian Pertanian membuka pintu lebar bagi Pemprov Sulut untuk mengajukan kebutuhan tambahan guna mempercepat pembangunan sektor pangan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional.

"Silakan ajukan lagi kebutuhan lain. Tadi minta jagung 15 ribu hektare, langsung kami setujui karena pemerintahannya bagus," tambah Amran. Pernyataan ini menegaskan komitmen pusat dalam mendukung daerah yang memiliki visi pembangunan jelas.

Kehadiran rombongan kementerian ini juga didampingi oleh jajaran pejabat teras daerah. Tampak hadir Plh Sekprov Sulut Denny Mangala, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jemmy Ringkuangan, serta Kepala Dinas Pertanian Sulut Nova Pangemanan.

Pengawasan Ketat Distribusi Bantuan

Meski memberikan lampu hijau bagi bantuan skala besar, Amran memberikan catatan kritis terkait implementasi di lapangan. Ia menegaskan bahwa seluruh distribusi bantuan pertanian secara nasional kini berada dalam sistem pengawasan yang jauh lebih solid.

Langkah pengetatan ini diambil guna menjamin bantuan benar-benar sampai ke tangan petani yang membutuhkan. Amran tidak ingin ada celah penyalahgunaan yang justru merugikan masyarakat kecil di daerah.

Program bibit jagung 15.000 hektare ini diproyeksikan dapat menggenjot angka produktivitas daerah secara signifikan. Target utamanya adalah peningkatan kesejahteraan petani lokal melalui optimalisasi lahan yang tersedia di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

Reporter: Redaksi
Back to top