BITUNG — Wilayah Bitung, Sulawesi Utara, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,0 pada Senin (4/5/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi getaran terjadi pukul 12.57.14 WIB dengan pusat gempa berada di sisi tenggara Bitung.
Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 1,10 Lintang Utara (LU) dan 126,10 Bujur Timur (BT). Lokasi tepatnya berada di perairan laut, berjarak sekitar 115 kilometer arah tenggara dari pusat Kota Bitung.
Gempa ini termasuk kategori dangkal dengan kedalaman pusat mencapai 18 kilometer di bawah permukaan laut. Meski kekuatannya tergolong kecil, BMKG tetap memantau aktivitas seismik di wilayah perairan Sulawesi Utara guna mengantisipasi kemungkinan adanya aktivitas gempa susulan.
Melalui rilis resminya, BMKG menyatakan bahwa informasi awal ini mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat. Oleh karena itu, pengolahan data awal masih bersifat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu seiring masuknya data terbaru dari berbagai stasiun pemantau.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG dalam keterangan resminya yang dilansir dari akun media sosial X.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Warga di wilayah pesisir Bitung diimbau untuk tidak panik namun tetap memperhatikan informasi resmi dari otoritas terkait.
Wilayah Sulawesi Utara secara geografis berada di jalur pertemuan lempeng tektonik yang aktif. Kondisi ini membuat daerah Bitung dan sekitarnya memiliki frekuensi kegempaan yang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
Masyarakat diminta untuk selalu memastikan bangunan tempat tinggal memiliki struktur yang aman dari guncangan. Selain itu, warga diharapkan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya mengenai potensi bencana susulan.