MANADO — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku mulai pukul 11.12 WITA. Wilayah Kema di Kabupaten Minahasa Utara menjadi titik awal pergerakan awan hujan sebelum meluas ke berbagai daerah sekitarnya dalam durasi singkat.
Berdasarkan data pantauan atmosfer terbaru, cuaca buruk ini dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif yang signifikan. Masyarakat diminta mewaspadai potensi jarak pandang yang berkurang serta ancaman pohon tumbang akibat embusan angin kencang yang menyertai hujan.
Pihak BMKG mengidentifikasi perluasan dampak cuaca ekstrem ke enam wilayah kabupaten dan kota. Berikut adalah rincian wilayah yang masuk dalam zona peringatan dini:
Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini diprediksi masih akan bertahan setidaknya hingga pukul 13.00 WITA. BMKG menekankan bahwa wilayah-wilayah dengan topografi perbukitan dan bantaran sungai memiliki risiko lebih tinggi terhadap dampak sekunder cuaca ekstrem.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, terutama di area terbuka yang rawan sambaran petir. Pengendara yang melintasi jalur antar-kota juga diminta ekstra hati-hati terhadap potensi genangan air yang bisa muncul tiba-tiba di badan jalan.
Selain memantau informasi resmi secara berkala, warga diharapkan segera melaporkan kondisi darurat kepada instansi terkait jika terjadi bencana hidrometeorologi di lingkungan masing-masing. Kesiapsiagaan mandiri menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko cedera maupun kerugian material selama cuaca ekstrem berlangsung.