Wali Kota Kotamobagu dan Kajati Sulut Pastikan Standar Gizi Program MBG

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 23:01:49 WIB
Wali Kota Kotamobagu dan Kajati Sulut meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 5 Kotamobagu.

KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota Kotamobagu bersama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas konsumsi pelajar dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk menjamin setiap paket makanan yang diterima siswa mengandung komposisi nutrisi yang tepat guna mendukung konsentrasi belajar di sekolah.

Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M, memberikan perhatian khusus terhadap aspek medis dan kandungan gizi bahan makanan. Sebagai tenaga medis, ia menekankan bahwa kualitas asupan menjadi faktor penentu perkembangan fisik dan kecerdasan anak didik di wilayahnya.

“Tujuan utama kita adalah kesehatan siswa. Saya meminta Kepala Sekolah dan seluruh tim pengawas untuk memastikan standar nutrisi terpenuhi agar perkembangan fisik dan konsentrasi belajar anak-anak tetap optimal,” tegas Weny di sela-sela peninjauan di SMPN 5 Kotamobagu.

Enam Bulan Berjalan: Evaluasi Distribusi Makanan di SMPN 5 Kotamobagu

Kepala SMP Negeri 5 Kotamobagu, Hasbiah Mando, melaporkan bahwa sekolahnya merupakan salah satu pelopor pelaksana program MBG di daerah tersebut. Sejak dimulai pada November 2025, proses penyaluran makanan kepada para siswa diklaim berlangsung tanpa kendala teknis yang berarti.

Pihak sekolah mencatat konsistensi pengiriman dan kualitas menu tetap terjaga hingga memasuki bulan Mei 2026. Kehadiran pimpinan daerah dan aparat penegak hukum dianggap sebagai suntikan motivasi bagi tenaga kependidikan untuk menjaga integritas program Presiden Prabowo Subianto ini.

“Alhamdulillah, sudah sekitar enam bulan berjalan sejak November 2025 hingga Mei 2026 ini, semuanya lancar-lancar saja. Belum ada kendala dalam penyalurannya,” ungkap Hasbiah.

Mekanisme Pelaporan Jika Ditemukan Kendala Operasional di Lapangan

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy bersama Wali Kota menginstruksikan manajemen sekolah untuk proaktif dalam melaporkan setiap hambatan. Pengawasan ini melibatkan koordinasi lintas instansi guna mencegah adanya penurunan standar kualitas makanan di masa mendatang.

Hasbiah Mando menyebutkan bahwa pihak sekolah telah diminta segera berkoordinasi jika ditemukan kekurangan dalam proses distribusi. Respon cepat dari pemerintah daerah diharapkan mampu memitigasi potensi masalah sebelum berdampak pada para siswa.

“Pesan dari Pak Wali Kota dan Pak Kajati sangat jelas, jika ke depan ada hambatan, kami diminta segera melapor langsung agar bisa cepat ditindaklanjuti,” tutur Hasbiah menutup penjelasannya.

Reporter: Sutomo
Sumber: tajuk.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top