MANADO — Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono terbang langsung sebagai backseater dalam patroli udara di langit Manado menggunakan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon. Patroli yang berlangsung pada Kamis (7/5) itu bertujuan memastikan wilayah udara Indonesia bagian utara aman dari aktivitas pesawat ilegal.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana dalam siaran pers resmi, Senin, menjelaskan bahwa KSAU bertindak sebagai backseater. Sementara Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Ferry Rachman memegang kemudi pesawat.
I Nyoman mengatakan patroli tersebut berlangsung lancar dan dilaksanakan sesuai standar operasional keselamatan yang telah ditentukan. Kegiatan serupa akan dilakukan secara rutin oleh para penerbang AU guna memastikan wilayah udara Indonesia aman.
Patroli udara di Manado ini merupakan bagian dari penguatan kesiapsiagaan TNI saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN berlangsung di Cebu, Filipina. Kegiatan yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto itu berlangsung sejak Kamis (7/5) sampai Jumat (8/5).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di kawasan ASEAN.
Sebelumnya, TNI menyiagakan alat utama sistem senjata di wilayah Sulawesi Utara untuk mengamankan KTT di Cebu. Untuk alutsista udara, TNI menyiapkan lima pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan satu pesawat angkut A400 M yang membawa logistik serta personel pengamanan.
Di sektor laut, TNI mengerahkan tiga kapal perang, yakni KRI Brawijaya, Prabu Siliwangi, dan RE Martadinata. Rico menjelaskan pihaknya juga memperkuat pengamanan VVIP selama pertemuan antar kepala negara itu berlangsung.