Ratusan Peserta Family Gathering Komsos Se-Keuskupan Manado Akan Live-In di Rumah Umat Paroki Warembungan, Bahas Tantangan AI dan Etika Digital

Penulis: Fajar  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 11:58:09 WIB
Peserta Family Gathering Komsos Keuskupan Manado menginap di rumah umat Paroki Warembungan sebagai bagian dari tradisi live-in.

MINAHASA — Tradisi menginap di rumah umat kembali dihidupkan dalam gelaran Family Gathering (FG) Komsos se-Keuskupan Manado yang akan dipusatkan di kompleks Gereja Santo Petrus Warembungan, Kabupaten Minahasa. Konsep live-in ini menjadi ciri khas Paroki Warembungan yang selalu diterapkan dalam setiap kegiatan berskala keuskupan, mulai dari pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) hingga Sekami.

Ketua Panitia, Jimmy Senduk, mengungkapkan bahwa agenda utama pertemuan ini adalah pendalaman pesan Paus Fransiskus. Fokusnya pada pentingnya menjaga aspek kemanusiaan di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Pesan Paus Fransiskus Jadi Acuan Diskusi AI

“Agenda yang akan diikuti oleh peserta di antaranya materi pendalaman pesan paus untuk menjaga suara dan wajah manusia, serta melihat peluang dan tantangan bagi pastoral Komsos di tengah perkembangan zaman,” ujar Jimmy. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembangan media gereja yang lebih inklusif dan adaptif terhadap teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

Pastor Paroki St. Petrus Warembungan, RD Alfianus Windy Tangkuman, menjelaskan bahwa cakupan peserta sangat luas. Utusan paroki datang dari wilayah Sulut, Gorontalo, hingga Sulawesi Tengah. Dalam pelaksanaannya, Pastor Windy didampingi oleh Ketua Komsos Keuskupan Manado, RD Yohanes Made Pantyasa.

Membangun Kebersamaan Lewat Tradisi Live-In

Wakil Ketua Panitia Ben Lumi, Sekretaris Stenly Ngelo, dan Bendahara Jacky Randang menegaskan bahwa konsep live-in bukan sekadar akomodasi. “Ini adalah bagian dari membangun kebersamaan dan persaudaraan sejati,” ujar Seksi Akomodasi, Axelia Kuntag dan Mercy Sambuaga. Seluruh peserta akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan keluarga-keluarga Katolik di Warembungan selama dua hari.

Ketua Komsos Paroki Warembungan, Vinno Taroreh, menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Minggu Komunikasi Sosial Sedunia. “Perayaan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi pengingat betapa pentingnya komunikasi dalam gereja, sekaligus memperkuat kapasitas Komsos paroki untuk misi pewartaan,” kata Vinno.

Dukungan Pemda hingga Kapolda Sulut

Persiapan logistik dan konsumsi dilaporkan telah mencapai 100 persen. Panitia melalui Ingrid Wongkar dan Claudia Pijoh menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. Mulai dari Pemerintah Daerah Minahasa Utara yang diwakili Bupati Dr. Joune James Esau Ganda, jajaran Bank SulutGo, hingga Kapolda Sulut Irjen Pol Dr. Roycke Langie.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh umat Katolik Warembungan yang telah berpartisipasi. Kami yakin kebaikan ini akan mendatangkan berkat bagi keluarga para penyumbang,” pungkas mereka. Pertemuan ini juga dihadiri oleh pengurus Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Pusat sebagai bentuk dukungan lintas sektor bagi pengembangan komunikasi sosial gereja di kawasan timur Indonesia.

Reporter: Fajar
Sumber: detikmanado.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top