SULAWESI UTARA — Persaingan pasar tenaga kerja di Jakarta yang semakin kompetitif mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk kembali memfasilitasi pertemuan langsung antara pemberi kerja dan pencari kerja. Melalui Jakarta Job Fair 2026, pemerintah menargetkan perluasan akses lapangan kerja yang lebih merata bagi warga ibu kota, baik melalui jalur rekrutmen konvensional maupun digital.
Sebanyak 42 perusahaan dipastikan bergabung dalam bursa kerja kali ini. Para peserta datang dari berbagai latar belakang industri, mulai dari sektor jasa, perdagangan, hingga manufaktur. Skala rekrutmen ini cukup besar karena menyediakan ribuan posisi yang dapat dilamar oleh masyarakat umum.
Sesuai dengan semangat inklusivitas, Jakarta Job Fair 2026 tidak hanya ditujukan bagi pelamar umum. Pemprov DKI Jakarta secara khusus membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dan melamar pekerjaan. Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan peluang di dunia kerja profesional tanpa diskriminasi.
Penyelenggara tidak memungut biaya sepeser pun alias gratis bagi seluruh peserta yang hadir. Selain proses rekrutmen, pengunjung juga dapat mengikuti sesi talkshow karier untuk memperdalam wawasan mengenai tren industri terkini dan strategi menghadapi wawancara kerja.
Kegiatan ini mengadopsi sistem hybrid untuk menjangkau lebih banyak pelamar. Bagi warga yang ingin datang langsung, acara berpusat di Jakarta Utara. Sementara bagi yang terkendala jarak, akses lamaran tetap dibuka melalui portal karir resmi.
Pencari kerja disarankan telah menyiapkan dokumen digital (softcopy) sebelum mengakses situs resmi pada 13 Mei. Bagi yang berencana hadir di lokasi, pastikan berpakaian rapi dan membawa salinan CV terbaru dalam jumlah yang cukup untuk mengantisipasi banyaknya perusahaan yang diminati.
Persiapkan diri dengan riset singkat mengenai profil 42 perusahaan peserta agar sesi interaksi dengan rekruter berjalan lebih efektif.