BOLMUT — Doa dan tabur bunga mengiringi langkah rombongan Forkopimda Boltara saat menyambangi makam para pejuang pemekaran, Jumat (15/5/2026). Ziarah ini menjadi agenda tahunan yang rutin digelar menjelang hari jadi daerah.
Pemerintah daerah sengaja mengawali rangkaian HUT dengan kegiatan reflektif, bukan sekadar seremonial belaka. "Ini momentum bagi kita semua untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan para pendahulu," ujar Pj Bupati Boltara dalam sambutannya di lokasi ziarah.
Kekhawatiran utama pemerintah daerah adalah memudarnya ingatan kolektif warga, terutama generasi muda, terhadap perjuangan panjang pemekaran Boltara. Ziarah ini diharapkan menjadi jembatan agar semangat persatuan dan komitmen membangun daerah tetap menyala.
Para tokoh yang dimakamkan di lokasi tersebut adalah figur sentral dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Mereka berjuang keras agar wilayah ini lepas dari kabupaten induk dan memiliki pemerintahan sendiri.
Pj Bupati menegaskan bahwa ziarah bukanlah acara seremonial tanpa makna. Pemerintah daerah menjadikan kegiatan ini sebagai fondasi moral dalam melanjutkan estafet pembangunan. Nilai-nilai perjuangan para pendahulu, menurutnya, harus menjadi dasar setiap kebijakan yang diambil.
Rombongan yang hadir terdiri dari jajaran Forkopimda, kepala dinas, serta perwakilan organisasi masyarakat. Mereka berdoa bersama di pusara para pejuang, memohon agar semangat juang yang sama terus mengalir dalam setiap program pembangunan di Boltara.
Memasuki usia ke-19, Boltara dihadapkan pada berbagai tantangan pembangunan. Mulai dari pemerataan infrastruktur hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah berharap semangat para pejuang pemekaran bisa menjadi energi kolektif untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut.
Kegiatan ziarah ini menjadi pembuka rangkaian acara HUT ke-19 yang akan berlangsung sepanjang pekan depan. Puncak peringatan direncanakan digelar dengan upacara dan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.
"Kami ingin generasi muda tidak hanya tahu nama daerahnya, tapi juga tahu harga yang telah dibayar para pendahulu untuk daerah ini," pungkas Pj Bupati.