Gempa M4,7 Guncang Minahasa Selatan, Warga Berhamburan Keluar Rumah, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:33:34 WIB
Gempa berkekuatan M4,7 mengguncang Minahasa Selatan dengan pusat di darat sekitar 12 km tenggara Amurang.

MINAHASA SELATAN — Guncangan gempa bumi melanda wilayah pesisir dan pedalaman Minahasa Selatan, Sabtu siang. Berdasarkan informasi dari BMKG, pusat gempa berada di darat, sekitar 12 kilometer tenggara Kota Amurang, dengan kedalaman 10 kilometer. Getaran dirasakan selama beberapa detik, memicu kepanikan di sejumlah titik.

Warga Berlarian Saat Guncangan Terasa Kuat

Di Kecamatan Amurang, sejumlah warga langsung meninggalkan rumah dan bangunan saat guncangan pertama terasa. Seorang warga Kelurahan Uwuran Dua, Rina Poli, mengaku kaget karena getaran cukup keras dan membuat lemari di rumahnya bergoyang.

“Saya langsung teriak dan ajak anak keluar. Guncangannya lumayan, beberapa tetangga juga pada lari keluar,” ujarnya saat ditemui usai gempa.

Belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan bangunan signifikan dari lapangan. Namun, warga di sejumlah desa masih bertahan di luar rumah hingga beberapa menit setelah guncangan berhenti.

BMKG: Gempa Dangkal Akibat Sesar Aktif

Kepala Stasiun Geofisika Manado, melalui rilis resmi, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa bumi dangkal. Penyebabnya adalah aktivitas sesar aktif di darat yang belum terpetakan secara detail.

“Hasil analisis menunjukkan episenter gempa terletak di darat. Mekanisme sumber gempa adalah sesar geser,” tulis BMKG dalam keterangannya. Pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Apa yang Harus Dilakukan Warga Setelah Gempa?

BMKG mengingatkan warga untuk menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa. Periksa rumah secara berkala untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural yang membahayakan. Pastikan juga tidak ada kebocoran gas atau korsleting listrik yang bisa memicu kebakaran.

Masyarakat diminta hanya mengakses informasi dari kanal resmi BMKG atau pemerintah daerah. Informasi hoaks kerap muncul pascagempa dan bisa memicu kepanikan yang tidak perlu.

Reporter: Yasir
Sumber: manado.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top