MINAHASA UTARA — Kabupaten Minahasa Utara menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Utara yang direkomendasikan membangun Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) melalui skema pembangunan baru atau greenfield project. Proyek ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang hanya dialokasikan untuk 73 lokasi di seluruh Indonesia.
Pemerintah daerah menyiapkan lahan utama seluas 11,3 hektare di kawasan Alun-alun dan Hutan Kenangan, ditambah lahan pendukung sekitar 2,3 hektare. Total lahan mencapai 13,6 hektare yang dinilai strategis dan memenuhi standar pemerintah pusat untuk kawasan pendidikan modern yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, Febry H.J. Dien, mengatakan bahwa seluruh tahapan telah dilalui sesuai prosedur, mulai dari usulan resmi, verifikasi dokumen, hingga verifikasi lapangan. "Rangkaian proses tersebut memperlihatkan bahwa Minahasa Utara bukan sekadar mengajukan diri, melainkan benar-benar mempersiapkan diri," ujarnya.
Proses pengajuan dimulai ketika Kemendikdasmen mengirimkan surat kepada pemerintah daerah terkait program SNT. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara langsung merespons melalui surat usulan resmi yang ditandatangani Bupati Joune Ganda dan dilengkapi seluruh dokumen pendukung.
Setelah dokumen diverifikasi, tahapan berikutnya adalah verifikasi lapangan. Namun Bupati Joune Ganda tidak hanya menunggu hasil penilaian dari Jakarta. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara dan difasilitasi Kepala BPMP Sulawesi Utara, ia melakukan audiensi langsung dengan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal. Audiensi itu menjadi momentum mempresentasikan kesiapan daerah, termasuk kesiapan lahan, dukungan pemda, dan skema pendukung selama masa pembangunan.
Langkah "menjemput bola" ini menjadi faktor penting dalam persaingan antar daerah. Di banyak daerah, kendala terbesar program SNT justru pada penyediaan lahan yang legal, bebas sengketa, dan siap bangun.
Pada 30 hingga 31 Mei 2026, tim Kemendikdasmen yang dipimpin Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal, Gogot Suharwoto, turun meninjau lokasi di Minahasa Utara. Kunjungan itu dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Sekretaris Daerah Minahasa Utara Novly Wowiling, serta sejumlah pejabat daerah.
Dari hasil peninjauan, Minahasa Utara memperoleh banyak catatan positif. Salah satu poin yang mendapat perhatian adalah dukungan penuh pemerintah daerah serta keterlibatan aktif BPMP Sulawesi Utara yang siap menyediakan fasilitas sekolah transit di Pineleng selama proses pembangunan berlangsung. Bagi tim pusat, hal-hal seperti ini menunjukkan keseriusan daerah dalam memastikan program berjalan tanpa hambatan.
Dirjen Gogot Suharwoto menyatakan Sulawesi Utara memperoleh dua alokasi program SNT. Namun hanya Minahasa Utara yang mendapatkan kesempatan membangun sekolah tersebut dari tahap awal atau greenfield project. Sementara satu lokasi lainnya di Bolaang Mongondow Timur menggunakan skema pengembangan dan integrasi sekolah yang sudah ada.
Keputusan itu menempatkan Minahasa Utara pada posisi istimewa dalam peta pembangunan pendidikan nasional. Jika seluruh proses administratif dan regulasi, termasuk terbitnya Instruksi Presiden, rampung, sekolah ini akan menjadi pusat pendidikan unggulan di kawasan timur Indonesia.