MANADO — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memimpin Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Utara di Hotel Fourpoint Manado, Kamis (4/6). Acara ini sukses mencatatkan total komitmen transaksi sebesar Rp1.887.813.970.000.
“Alhamdulillah total komitmen transaksi hari ini di Sulawesi Utara mencapai Rp 1,887 Triliun, terdiri dari transaksi jual sebesar Rp 1,697 Triliun dan transaksi beli sebesar Rp 189,989 Miliar,” kata Wagub Emil.
Menurut Emil, angka tersebut membuktikan bahwa hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara bersifat saling menguntungkan. “Komitmen ini jadi bukti hubungan dagang antara Jatim dan Sulut bersifat win win. Keduanya sangat melengkapi satu sama lain. Kita ingin maju bersama-sama, dan hari ini terwujud,” imbuhnya.
Dari sisi komoditas, Jawa Timur mengekspor berbagai produk ke Sulawesi Utara seperti daging sapi dan ayam, pakan ikan dan udang, rokok, susu, karkas ayam dan bebek, produk batik, jagung, serta mesin dan alat pertanian. Sebaliknya, Jawa Timur membeli dari Sulawesi Utara komoditas termasuk ikan tuna, cengkeh, arang batok kelapa, produk kerajinan (tempat tisu dan gantungan kunci), ikan tongkol, ikan cakalang, ikan layang, dan deho.
Emil menyoroti bahwa hubungan dagang kedua provinsi sudah terjalin sejak Misi Dagang dan Investasi yang berlangsung di Manado pada Agustus 2022, yang saat itu berhasil mencatatkan komitmen transaksi sebesar Rp158,98 miliar dari 51 transaksi. Dirinya menilai, kerja sama yang terus dibangun selama empat tahun terakhir memberikan dampak positif bagi peningkatan kinerja perdagangan antarwilayah.
“Kita bisa melihat bahwa perdagangan menunjukkan kondisi yang signifikan peningkatannya. Tapi disini prinsipnya dalam konsep business to business, Ibu Gubernur menekankan bahwa rombongan yang hadir harapan kita terus membangun kedekatan ini,” katanya. “Ini sudah 4 tahun berselang dari misi dagang tahun 2022. Selama 4 tahun banyak sekali kedekatan yang telah terbangun, sinergi yang terjalin. Sehingga kita kaget bahwa transaksi tahun 2022 mencapai Rp158,98 miliar,” imbuhnya.
Pertumbuhan hubungan dagang tercermin pula pada data 2024, ketika total nilai perdagangan Jatim–Sulut mencapai Rp1,44 triliun. Jawa Timur juga melaporkan surplus perdagangan sebesar Rp581,72 miliar, dengan nilai penjualan ke Sulawesi Utara mencapai Rp1,01 triliun dan pembelian sebesar Rp428,39 miliar.
Dalam misi kali ini, 58 pelaku usaha Jawa Timur hadir di Manado — tidak hanya menjual, tetapi juga aktif membeli komoditas dari Sulawesi Utara. “Kenapa karena kita percaya bahwa pondasi dari ekonomi bangsa kita yang kokoh adalah hubungan dagang yang bersifat win win. Hubungan dagang yang memperkuat perekonomian dari kedua wilayah,” terangnya.
Emil menambahkan bahwa lokasi strategis Sulawesi Utara serta keberadaan Pelabuhan Bitung sebagai gerbang ke Samudra Pasifik membuat provinsi itu memiliki potensi besar untuk pengembangan hubungan dagang dan investasi dengan Jawa Timur. Mengenai kondisi ekonomi Jawa Timur, Wagub Emil mengungkapkan tren positif yang menjadi modal perluasan kerja sama perdagangan. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen (yoy), melampaui angka nasional 5,61 persen.
Wagub Emil menyatakan, penyelenggaraan Misi Dagang 2026 memberi kesempatan bagi Pemprov Jawa Timur untuk memperkuat jaringan ekonomi yang sudah ada dan membuka peluang baru bagi pelaku usaha, investor, serta UMKM di kedua provinsi. Sejak 2019 sampai 2026, Pemprov Jatim telah melaksanakan 51 misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi Rp38,32 triliun dari 2.224 transaksi yang melibatkan 2.544 pelaku usaha.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara J. Victor Mailangkay menyambut baik gelaran ini, menyebutnya sebagai misi dagang kedua setelah pertemuan serupa pada 2022. “Hubungan kerjasama ekonomi ini akan terus berlanjut antara Jatim dan Sulawesi Utara. Artinya, menunjukkan komitmen kuat meningkatkan kinerja perdagangan,” pungkasnya.