BITUNG — Kekhawatiran warga Kelurahan Pinasungkulan, Kota Bitung, Sulawesi Utara, akhirnya menjadi kenyataan. Jalan nasional yang menjadi penghubung utama antara Kecamatan Pinasungkulan dan Rinondoran di Kabupaten Minahasa Utara ambruk dan putus total pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Kondisi jalan yang mulai retak pada bulan lalu kini benar-benar tidak dapat dilalui, bahkan untuk berjalan kaki.
Lurah Pinasungkulan Steven Jouce Moningka, SE, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku mendapat kiriman video dari warga yang menunjukkan jalan di ujung kelurahannya sudah ambrol total. "Iya saya dapat kiriman video-video dari warga bahwa jalan di ujung Pinasungkulan sudah putus total," ujarnya saat dikonfirmasi.
Ruas jalan ini bukan sekadar akses antarwarga. Menurut pemerhati masyarakat Hendrik Lule, jalan tersebut merupakan bagian dari jaringan jalan nasional yang berfungsi sebagai akses vital penghubung Kota Bitung dengan kawasan pariwisata Likupang di Kabupaten Minahasa Utara. Putusnya jalur ini dipastikan mengganggu arus distribusi barang dan mobilitas wisatawan.
Terkait dugaan penyebab ambruknya jalan, Lurah Moningka menyebut ada dua faktor yang disorot warga. Pertama, aktivitas blasting atau peledakan batu yang kerap terjadi di sekitar lokasi. Kedua, intensitas hujan yang tinggi belakangan ini. "Sebab blasting memang ada di wilayah jalan situ. Tapi sangat jauh apalagi saat ini sering hujan bisa saja karena hal tersebut," kata mantan Lurah Kumersot ini.
Menindaklanjuti kondisi darurat ini, pihak Balai Jalan disebut sudah mengambil langkah awal. Moningka mengungkapkan bahwa Balai Jalan telah menyurat ke Pemerintah Kota Bitung terkait rencana perbaikan. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan proses pengerjaan akan dimulai.
Sementara itu, Hendrik Lule mendesak agar pemerintah pusat dan daerah segera hadir mencari solusi. "Kami mengharapkan perhatian Pemerintah agar dapat segera membangun jalan yang telah putus ini, sebab jalan ini merupakan bagian dari jaringan jalan nasional," tegas Lule.