SULAWESI UTARA — Beta VisionOS 2.7 yang baru dirilis beberapa hari lalu di ajang WWDC menghadirkan perubahan signifikan pada cara Siri berinteraksi dengan lingkungan pengguna. Tidak seperti versi iOS dan iPadOS yang membutuhkan aplikasi Kamera untuk mengakses visual intelligence, Siri di Vision Pro bisa langsung diaktifkan dengan perintah suara.
Sistem Kerja Siri VisionOS 2.7
Siri muncul sebagai bola bercahaya 3D yang bisa ditempatkan di mana saja dalam ruang mixed reality. Bola ini memancarkan efek cahaya ke meja atau ruangan menggunakan mesin grafis spasial VisionOS.
Saat pengguna berkata "Hey Siri, apa yang ada di depanku?", sistem akan mengeluarkan bunyi khas, melakukan pemindaian visual cepat menggunakan eye tracking, lalu mengambil gambar diam dari area yang dilihat. Proses ini mirip dengan respons kamera AI pada Meta glasses atau Samsung Galaxy XR.
Perlu dicatat, Siri di Vision Pro belum memiliki mode live seperti kompetitornya. Setiap permintaan hanya menghasilkan satu jepretan gambar, bukan streaming video real-time.
Kemampuan Mengenali Objek Nyata dan Virtual
Dalam pengujian awal, Siri berhasil mengidentifikasi berbagai objek. Di meja kerja, Siri mengenali konsol Virtual Boy merah dan Steam Deck sebagai benda nyata. Saat diarahkan ke jendela panorama virtual Paris dan widget jam dinding, Siri juga mendeskripsikannya dengan akurat.
Satu catatan: dalam beta awal ini, Siri cenderung bertahan pada satu tampilan tertentu untuk dianalisis. Pengguna perlu menutup Siri atau memindahkan bola untuk memulai analisis baru.
Fitur ini juga bisa digunakan untuk pekerjaan. Siri mampu merangkum catatan di aplikasi Notes tentang naskah drama, dan mendeskripsikan jendela browser yang terbuka di MacBook melalui tampilan virtual.
Fitur Panorama 3D Baru
VisionOS 2.7 juga membawa fitur konversi foto panorama menjadi latar belakang 3D. Foto panorama dari galeri bisa diubah menjadi latar wraparound yang mengelilingi pengguna saat bekerja.
Hasil konversi tidak sepenuhnya 3D seperti lingkungan imersif bawaan Apple. Tidak ada efek gerakan atau suara ambien. Efeknya lebih seperti jendela super lebar yang melengkung, dengan sebagian ruang kantor masih terlihat di tepian.
Dalam pengujian, tidak semua foto panorama berhasil dikonversi karena status beta awal. Namun foto panorama halaman belakang rumah saat pandemi berhasil diubah menjadi latar yang membuat pengguna merasa seperti berada di lokasi tersebut.
Harga dan Ketersediaan
Saat ini fitur Siri AI ini hanya bisa dinikmati di Apple Vision Pro seharga USD 3.499 (sekitar Rp 57,7 juta). Beta pengembang VisionOS 2.7 sudah tersedia untuk developer, sementara versi publik diperkirakan rilis musim gugur tahun ini bersamaan dengan pembaruan Siri untuk iPhone, iPad, dan Apple Watch.
Apple dikabarkan sedang mengembangkan smart glasses yang lebih kecil dan terjangkau, mirip dengan Project Aura dari Google dan Xreal. Jika terealisasi, kemampuan Siri yang bisa melihat ini akan menjadi fitur andalan untuk perangkat wearable berbentuk kacamata.
Kesimpulan Awal
Meski masih dalam tahap beta awal, Siri VisionOS 2.7 sudah menunjukkan potensi besar sebagai asisten visual yang bisa memahami lingkungan sekitar. Kemampuan mengenali objek nyata dan virtual secara bersamaan membuka jalan bagi fungsi assistive yang lebih canggih.
Namun, harga Vision Pro yang masih sangat tinggi membuat fitur ini belum terjangkau pengguna umum. Semua tergantung pada kapan Apple merilis smart glasses yang lebih ramah kantong.