61 Tahun Fakultas Ilmu Budaya Unsrat Manado, Sidang Senat Terbuka Perkuat Tema Kontras Berdampak

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 10:49:31 WIB
Sidang Senat Terbuka merayakan Dies Natalis ke-61 Fakultas Ilmu Budaya Unsrat di Teater Hall FIB.

MANADO — Rangkaian peringatan Dies Natalis ke-61 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mencapai puncaknya melalui Sidang Senat Terbuka yang digelar di Teater Hall FIB, Kamis (11/6). Sidang ini menjadi forum resmi untuk merefleksikan perjalanan panjang fakultas dalam mencetak sumber daya manusia di bidang ilmu budaya.

Apa Makna "Kontras Berdampak" bagi FIB Unsrat?

Tema "FIB Kontras Berdampak" sengaja dipilih untuk menegaskan posisi fakultas sebagai institusi yang berani berbeda sekaligus memberikan pengaruh nyata bagi masyarakat. Pimpinan fakultas menekankan bahwa kontras dalam konteks ini bukan berarti berseberangan, melainkan menghadirkan perspektif segar dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Dekan FIB Unsrat dalam sambutannya menyebut bahwa tema ini menjadi komitmen untuk terus relevan di tengah perubahan zaman. "Ilmu budaya harus berdampak, tidak hanya menjadi teori di ruang kelas," ujarnya dalam sidang tersebut.

Perjalanan Enam Dekade Lebih FIB Unsrat

Berdiri sejak 1964, FIB Unsrat telah melewati berbagai fase transformasi. Dari awalnya bernama Fakultas Sastra, kini fakultas ini terus berkembang dengan program studi yang mencakup sastra, sejarah, dan antropologi.

Dalam momentum dies natalis ini, sejumlah capaian akademik dan non-akademik turut dipaparkan. Mulai dari peningkatan jumlah publikasi ilmiah dosen hingga kerja sama dengan berbagai lembaga budaya di tingkat nasional dan internasional.

Dampak Nyata bagi Masyarakat Sulawesi Utara

Salah satu poin yang disorot dalam sidang adalah bagaimana FIB Unsrat berkontribusi langsung pada pelestarian budaya lokal di Sulawesi Utara. Fakultas ini aktif mendokumentasikan bahasa daerah, tradisi lisan, dan naskah kuno yang tersebar di berbagai kampung di Minahasa, Bolaang Mongondow, hingga Kepulauan Sangihe dan Talaud.

Selain itu, mahasiswa FIB juga kerap terlibat dalam program pengabdian masyarakat yang mengangkat kearifan lokal. Misalnya, pendampingan desa wisata budaya dan revitalisasi kesenian tradisional yang mulai ditinggalkan generasi muda.

Langkah ke Depan FIB Unsrat

Ke depan, FIB Unsrat berencana memperkuat riset berbasis budaya digital. Langkah ini dinilai penting agar ilmu budaya tetap relevan di era teknologi tanpa kehilangan akar tradisinya.

Pihak fakultas juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri kreatif di Manado dan sekitarnya. Dengan begitu, lulusan FIB tidak hanya siap menjadi akademisi, tetapi juga praktisi yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Reporter: Sutomo
Sumber: manadopost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top