SULAWESI UTARA — Christiany Paruntu yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Sulut itu menyambangi para kader dalam forum konsolidasi yang digelar baru-baru ini. Dalam pertemuan tersebut, politisi yang akrab disapa CEP ini memastikan bahwa program-program kerja dari pusat bisa langsung diterima dan dijalankan oleh kader di tingkat akar rumput.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah realisasi program dari Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, dan koperasi. Christiany menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar program tersebut tepat sasaran.
“Konsolidasi ini penting agar kader tidak hanya solid, tapi juga paham apa yang harus dikerjakan ke depan. Saya bawa langsung program-program yang sudah dirancang,” ujarnya dalam forum yang dihadiri puluhan kader partai.
Isu lain yang mengemuka adalah penyelesaian masalah Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Sulawesi Utara. Christiany menyebut bahwa persoalan koperasi desa harus segera dituntaskan karena menyangkut hajat hidup warga di pedesaan.
“Kopdes Merah Putih ini harus sehat kembali. Saya minta kader di daerah untuk proaktif mendata dan melaporkan kendala di lapangan. Kami di Komisi VI akan bantu fasilitasi penyelesaiannya,” tegas Christiany Paruntu.
Kehadiran Christiany yang merupakan tokoh senior Golkar di Sulawesi Utara disambut antusias oleh para kader. Mereka menilai konsolidasi semacam ini jarang terjadi dan sangat dibutuhkan untuk menyamakan visi menjelang agenda politik dan pembangunan ke depan.
Salah satu kader yang hadir menyebut bahwa pertemuan ini memberikan energi baru bagi struktur partai di tingkat bawah. “Kami senang Bu CEP hadir langsung. Tidak hanya bicara politik, tapi juga bawa solusi untuk masalah koperasi yang selama ini kami hadapi,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Christiany meminta para kader untuk segera menginventarisir persoalan Kopdes Merah Putih di masing-masing wilayah. Data tersebut akan menjadi bahan advokasi di tingkat Komisi VI DPR RI dan Kementerian Koperasi dan UKM.
“Jangan sampai koperasi desa mati karena persoalan administrasi atau pendanaan. Kita dorong bersama agar koperasi bisa kembali berfungsi sebagai sokoguru perekonomian desa,” pungkas Christiany Paruntu.