SULAWESI UTARA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengingatkan siswa SRMA 10 Jakarta agar selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan. Pesan itu ia sampaikan usai mengikuti Salat Jumat berjamaah bersama para siswa di lingkungan sekolah, Jumat (14/2). Menurut Mensos, kesadaran spiritual menjadi dasar pembentukan karakter dan relasi sosial yang sehat.
Gus Ipul menekankan bahwa mengingat Allah bukan hanya ritual ibadah, melainkan juga fondasi untuk membangun karakter tangguh. “Kalau kita selalu ingat Allah, maka kita akan punya fondasi yang kuat dalam membangun karakter dan hubungan sosial,” ujarnya di hadapan siswa SRMA 10 Jakarta.
Mensos menambahkan, kebiasaan mengingat Allah dapat menjadi benteng moral di tengah berbagai tantangan pergaulan. Ia mendorong para siswa untuk membiasakan diri berzikir dan berdoa dalam keseharian, baik saat belajar maupun berinteraksi dengan teman.
SRMA 10 Jakarta merupakan bagian dari program Sekolah Rakyat yang dikelola Kementerian Sosial. Lembaga pendidikan ini dirancang untuk memberikan akses belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan kurikulum yang memadukan pengetahuan umum dan pembinaan karakter.
Kehadiran Mensos dalam kegiatan Salat Jumat tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual siswa. Menurut Gus Ipul, lingkungan sekolah harus mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini agar siswa tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif.
Selain berdialog dengan siswa, Gus Ipul juga menyempatkan diri bertemu dengan para guru dan tenaga pendidik di SRMA 10 Jakarta. Ia meminta mereka untuk menjadi teladan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, terutama dalam menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab.
“Guru bukan hanya mengajar, tapi juga mendidik. Anak-anak ini butuh figur yang bisa mereka contoh,” kata Mensos dalam pertemuan tertutup dengan staf pengajar. Kunjungan kerja ini merupakan rangkaian kegiatan monitoring program Sekolah Rakyat di wilayah Jakarta.