Fitur EXPO Ultra Low Latency (ULL) pertama kali diumumkan AMD di ajang Computex bulan ini sebagai bagian dari pembaruan EXPO 1.2. Teknologi ini sudah tersedia di motherboard seri 800, dan kini mulai menjangkau lini 600-series yang lebih luas.
MSI dan Asus sama-sama merilis BIOS berbasis AGESA 1.3.0.1b untuk berbagai produk X670. Dari kubu Asus, model yang sudah menerima pembaruan meliputi X670E Hero, X670E Gene, X670 Extreme, X670E-A Gaming Wi-Fi, X670E-E Gaming Wi-Fi, X670E-F Gaming Wi-Fi, dan X670 Creator Wi-Fi. Beberapa varian seperti X670E-I Gaming Wi-Fi, X670E-Plus, dan X670E-Plus Wi-Fi masih menunggu giliran.
Sementara itu, MSI tidak hanya menyasar lini X670-E, tetapi juga memperbarui jajaran B650 dan motherboard entry-level seri A620 dengan AGESA 1.3.0.1b pekan ini. Catatan rilis untuk semua model tersebut secara eksplisit menyebut dukungan EXPO ULL.
Gigabyte mengikuti pola serupa. Seluruh motherboard B650 dan X670(E) buatan mereka telah menerima rilis AGESA terbaru dengan fitur Ultra Low Latency tercantum di catatan tambalan.
Pengecekan terhadap laman dukungan ASRock menunjukkan situasi yang lebih membingungkan. Tidak satu pun motherboard ASRock, termasuk model flagship X870E, yang diperbarui ke AGESA 1.3.0.1b. Semuanya masih bertahan di versi 1.3.0.1, dan catatan rilis hanya menyebut "Optimized Memory Compatibility" tanpa indikasi jelas mengarah ke EXPO ULL.
AMD mengklaim EXPO Ultra Low Latency dapat membantu menghilangkan penalti latensi yang melekat pada platform AM5 modern. Fitur ini sangat berguna jika pengguna menjalankan kit memori frekuensi tinggi yang memaksa rasio clock 2:1. Namun, kit standar 6.000 MT/s CL30 pun diklaim bisa merasakan manfaatnya.
Perlu dicatat, peningkatan FPS hingga 4 persen hanya berlaku untuk CPU non-X3D. Prosesor dengan 3D V-Cache tidak terlalu sensitif terhadap penyesuaian timing karena SRAM dalam jumlah besar sudah mengurangi latensi bawaan.
EXPO ULL bukan solusi software semata. Pengguna membutuhkan kit RAM baru yang kompatibel dengan teknologi ini, karena pengaturan timing dikodekan langsung ke SPD fisik memori. Bagi yang tidak ingin membeli RAM baru di tengah harga komponen yang masih tinggi, AMD hanya mengkodifikasi apa yang selama ini dilakukan overclocker secara manual. Pengguna bisa meniru subtiming satu per satu, meski risikonya adalah potensi ketidakstabilan sistem.