MANADO — Kenaikan harga Pertamax mendorong pergeseran konsumsi masyarakat Sulawesi ke BBM subsidi. Data Pertamina Patra Niaga menunjukkan konsumsi Pertalite di regional Sulawesi naik 5-7 persen dalam periode pasca-penyesuaian harga.
Roberth MV Dumatubun menegaskan bahwa pasokan Pertalite untuk masyarakat cukup. Distribusi di seluruh jaringan SPBU berjalan normal sesuai penugasan pemerintah.
"Kami terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," ujar Roberth dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa.
Pertamina mengoptimalkan pengelolaan rantai pasok energi melalui terminal BBM, lembaga penyalur, serta armada distribusi yang terintegrasi. Dukungan infrastruktur ini tersebar dari Sabang hingga Merauke, termasuk delapan cabang kantor wilayah.
"Jika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami telah menyiapkan skema penguatan distribusi agar pasokan tetap terjaga," lanjut Roberth.
Pertamina Patra Niaga mengingatkan masyarakat untuk bijak menggunakan energi. Pembelian BBM subsidi harus sesuai kebutuhan dan jenis kendaraan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan sesuai dengan peruntukannya serta sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan," tutup Roberth.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 yang siap melayani pertanyaan terkait produk dan layanan perusahaan.