SULAWESI UTARA — Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, dengan menggunakan lori dresin. Tim manajemen mengecek secara detail sejumlah titik kritis prasarana perkeretaapian, mulai dari kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, hingga sistem persinyalan.
Tak hanya itu, petugas juga memeriksa kondisi perlintasan sebidang dan drainase di titik-titik yang rawan banjir. Beberapa stasiun yang masuk dalam daftar pengecekan antara lain Tabing, Duku, Lubuk Alung, Pariaman, dan Naras.
Dalam pengarahan sebelum kegiatan, Lutfi menekankan bahwa budaya keselamatan harus menjadi prioritas utama seluruh pekerja KAI. Ia meminta jajarannya meningkatkan kewaspadaan, disiplin menjalankan prosedur, serta aktif mengidentifikasi potensi risiko di lapangan.
Saat ini, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 28 perjalanan kereta api penumpang dan 24 perjalanan kereta api barang setiap hari. Dengan volume setinggi itu, keandalan infrastruktur menjadi syarat mutlak agar operasional tetap lancar.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa pemeriksaan lintas merupakan agenda rutin berkala. “Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, kami memastikan setiap aspek prasarana berada dalam kondisi siap operasi sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” ujar Reza dalam keterangan resminya, Jumat (12/6).
Selain menguatkan pengawasan internal, KAI juga meningkatkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat di sekitar jalur dan perlintasan sebidang. “Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Reza.
KAI berharap pengawasan prasarana yang ketat, budaya keselamatan yang kuat, dan edukasi publik yang masif mampu menjaga kelancaran operasional selama periode libur sekolah—yang menjadi salah satu musim perjalanan tersibuk tahun ini.