SULAWESI UTARA — Pertandingan antara Amerika Serikat dan Australia di Piala Dunia belum mulai, tetapi perang urat saraf sudah mencapai puncaknya. Berbagai hinaan dan ejekan dilontarkan oleh pengamat dan mantan pemain AS, mulai dari menyebut Australia sebagai tim "rata-rata" hingga pelatihnya yang "sombong". Namun, bagi skuad Socceroos, semua ini justru menjadi bahan bakar.
Gelandang AS, Sebastian Berhalter, menjadi yang terbaru dalam daftar panjang yang melontarkan provokasi. "Salah satu kepercayaan inti tim ini adalah kami orang Amerika. Kami tidak akan ambil kotoran," ujarnya, melanjutkan nada agresif yang sudah bergema sejak pengundian grup.
Namun, bek Australia, Alessandro Circati, menanggapinya dengan dingin. "Saya tidak punya jawaban untuk itu. Kami juga tidak akan ambil kotoran. Kami hanya ingin bermain sepak bola dan menang," balas Circati, yang sehari-hari bermain di Serie A Italia.
Hinaan bermula dari mantan pemain AS, Mike Grella, yang menyebut Australia sebagai "lay-up" alias lawan yang mudah. Mantan bintang lainnya, Landon Donovan, bahkan mengejek pelatih Tony Popovic sebagai "sombong" dan menyuruh tim Kanguru "naik pesawat Qantas dan pulang".
Alexi Lalas, legenda AS lainnya, ikut menambah bensin dengan menyebut Australia "rata-rata". Ia bahkan menantang para pemain Australia untuk mencetak komentarnya dan menempelkannya di dinding ruang ganti. "Karena mereka butuh semua bantuan yang bisa mereka dapatkan," ledeknya.
Legenda Australia, Harry Kewell, ikut buka suara dengan mengaku tidak pernah mendengar nama Grella, meski sang komentator sempat singgah di Leeds United. Sementara itu, kiper Maty Ryan, yang kini kehilangan tempat utama, sempat melontarkan candaan kontroversial. "Tidak akan ada kata C yang mencetak gol ke gawang saya," katanya di sebuah podcast, merujuk pada ejekan terhadap pemain AS.
Menariknya, di tengah hiruk-pikuk hinaan dari komentator, para pemain AS justru menunjukkan rasa hormat. Gelandang Tim Weah menyebut ejekan itu sebagai "omong kosong" dan memuji Australia sebagai tim yang "penuh perjuangan". Tyler Adams juga menegaskan laga ini tidak akan mudah. "Ini akan menjadi salah satu pertandingan tersulit kami," ujarnya.
Circati, yang berteman dengan bintang AS Christian Pulisic, justru memuji rekannya itu. "Saya kenal dia baik-baik. Musimnya memang naik turun, tapi menurut saya dia fenomenal," puji Circati.
Terlepas dari semua drama, status Australia sebagai underdog memang realistis. AS diperkuat tiga pemain Premier League dan sederet bintang di Serie A serta Bundesliga. Sebaliknya, Australia hanya memiliki Maty Ryan sebagai satu-satunya pemain di liga top Eropa, dan ia baru saja kehilangan posisi kiper utama.
Kiper baru Patrick Beach, yang tampil heroik melawan Turki, justru melihat situasi ini sebagai motivasi. "Mereka tim hebat dengan pemain hebat. Tapi kami tidak peduli dengan omongan itu," pungkasnya.