Swiss Kalahkan Kanada 2-1, Rebut Puncak Grup B dan Hak Main di Vancouver Fase Gugur

Penulis: Saiful  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 08:08:01 WIB
Swiss merayakan kemenangan 2-1 atas Kanada yang membawa mereka ke puncak Grup B.

SULAWESI UTARA — Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengakui ia sengaja menggunakan kaptennya, Alphonso Davies, sebagai "umpan" untuk mengelabui Swiss. Namun, rencana itu gagal total. Davies, yang dijamin Marsch akan tampil perdana di turnamen ini, tak sekalipun masuk lapangan.

"Alphonso belum siap. Saya ingin Swiss berpikir soal itu," kata Marsch usai laga. Pelatih Swiss, Murat Yakin, merespons dingin: "Kami hanya bereaksi pada apa yang terjadi di lapangan."

Dua Gol Swiss dalam 12 Menit di Babak Kedua

Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Kanada lebih banyak tertekan di babak pertama, namun belum kebobolan. Baru 40 detik setelah turun minum, Swiss memecah kebuntuan. Ruben Vargas menuntaskan umpan silang Johan Manzambi dari sisi kiri, memanfaatkan posisi Alistair Johnston yang terlalu dalam.

Swiss menggandakan keunggulan pada menit ke-57. Serangkaian kesalahan pemain belakang Kanada—Derek Cornelius dan Luc de Fougerolles gagal membersihkan bola—berujung pada gol Manzambi. Ia menceploskan bola ke gawang Maxime Crépeau yang seharusnya bisa bertindak lebih baik.

Marsch langsung menarik tiga pemain termasuk Stephen Eustáquio yang baru pulih cedera. Namun, perubahan itu tak cukup. Pada menit ke-67, Nico Elvedi melakukan blok heroik untuk menggagalkan peluang emas Jonathan David.

Promise David Tepati Janji, Harapan Kanada Kembali Hidup

Janji Promise David terbayar. Sebulan lalu ia mengatakan akan mencetak gol Piala Dunia di Vancouver. Satu menit setelah masuk sebagai pemain pengganti, ia menunaikannya. David menyambar umpan silang Nathan Saliba dengan kaki kanan di tiang jauh. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, ikut bersorak dari tribun.

Sisa 15 menit jadi milik Kanada. Namun, Swiss bertahan disiplin. Skor 2-1 bertahan hingga akhir. Klasemen Grup B pun berubah: Swiss di puncak dengan 7 poin, Kanada kedua dengan 4 poin.

Kehilangan Pemain Kunci, Kanada Hadapi Jalan Terjal

Masalah Kanada tak berhenti di hasil ini. Gelandang Ismaël Koné, yang kakinya patah enam hari lalu, hadir di pinggir lapangan dengan kruk dan mendapat tepuk tangan meriah. Absennya Eustáquio sebagai starter membuat lini tengah Kanada kewalahan menghadapi Granit Xhaka dan kawan-kawan.

Marsch terpaksa memainkan Nathan Saliba dan Mathieu Choinière. "Situasi ideal jelas bukan ini," ujar Marsch. Kini, Kanada harus bertolak ke Los Angeles untuk menghadapi lawan di babak 32 besar, dengan waktu istirahat lebih pendek dan skuad yang cedera.

Reporter: Saiful
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top