Bagi pengguna MacBook, kabar ini mungkin terasa pahit. Apple memastikan bahwa tidak semua perangkat yang saat ini beredar akan kebagian update ke macOS 27. Daftar model yang terdampak sudah dirilis, dan sebagian besar adalah lini produk yang dirilis sebelum tahun 2020.
Daftar MacBook yang Tidak Kebagian Update
Model-model MacBook berikut dipastikan tidak akan menerima pembaruan ke macOS 27:
- MacBook Air (2018 dan 2019)
- MacBook Pro 13 inci (2016, 2017, 2018, dan 2019)
- MacBook Pro 15 inci (2016, 2017, 2018, dan 2019)
- MacBook 12 inci (2016 dan 2017)
Seluruh perangkat di atas menggunakan prosesor Intel. Apple secara bertahap memang mulai memutus dukungan untuk chip lawas tersebut demi mengoptimalkan performa sistem operasi yang dirancang khusus untuk arsitektur Apple Silicon.
Dampak Langsung ke Pengguna di Indonesia
Di pasar Indonesia, MacBook Pro dan MacBook Air lawas masih banyak beredar sebagai barang bekas impor maupun unit rekondisi. Pengguna yang masih mengandalkan perangkat tersebut harus bersiap untuk tidak mendapatkan fitur keamanan terbaru dan pembaruan aplikasi bawaan.
Tanpa update macOS 27, perangkat tetap bisa digunakan seperti biasa, tapi perlahan akan kehilangan kompatibilitas dengan aplikasi pihak ketiga. Risiko celah keamanan juga meningkat seiring waktu karena Apple berhenti merilis patch untuk versi lawas.
Mengapa Apple Memangkas Dukungan?
Keputusan ini bukan hal baru. Apple kerap memutus dukungan untuk perangkat keras lawas ketika transisi arsitektur chip besar-besaran terjadi. macOS 27 dikabarkan membawa fitur yang membutuhkan daya komputasi lebih tinggi dan efisiensi energi dari chip M-series.
Dengan kata lain, mempertahankan dukungan untuk MacBook berbasis Intel akan menghambat pengembangan sistem. Langkah ini juga mendorong pengguna untuk melakukan upgrade ke perangkat yang lebih baru.
Apa Langkah Selanjutnya bagi Pengguna Terdampak?
Pengguna MacBook yang masuk daftar hitam masih bisa menggunakan macOS versi sebelumnya, yaitu macOS 26. Apple biasanya masih merilis pembaruan keamanan untuk dua generasi sistem operasi terakhir selama beberapa waktu ke depan.
Namun, untuk jangka panjang, opsi paling realistis adalah mempertimbangkan upgrade ke MacBook dengan chip Apple Silicon. Di Indonesia, varian MacBook Air M1 dan M2 masih menjadi pilihan populer di kalangan pengguna yang ingin performa terjaga tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.