MANADO — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulawesi Utara memastikan dua ruas jalan strategis di wilayah Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara masuk daftar prioritas perbaikan tahun anggaran 2027. Kepastian itu disampaikan dalam rapat pembahasan KUA/PPAS bersama Komisi 3 DPRD Sulut, Jumat (7/8/2026).
Melalui Plt Kepala Dinas PUPR Sulut Henry Rondonuwu, pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran Rp 5 miliar untuk ruas jalan Pontak–Kalait dan Rp 3 miliar untuk ruas Amurang–Ratahan. Kedua ruas ini selama ini dikeluhkan warga karena kondisinya rusak parah dan menghambat mobilitas harian.
Perjuangan penganggaran ini berawal dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 3 bersama Dinas PUPR pada tahun 2025. Saat itu, aspirasi perbaikan kedua ruas jalan ini terus disuarakan karena kondisinya dinilai sudah sangat memprihatinkan dan meresahkan pengguna jalan.
Legislator PDI Perjuangan asal Daerah Pemilihan Mitra–Minsel, Capt. Remly Kandoli, mengaku terus mengawal usulan ini secara konsisten. Ia menyebut akses jalan yang layak menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.
"Perbaikan jalan Pontak–Kalait dan Amurang–Ratahan sudah sangat dibutuhkan masyarakat karena kondisinya sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius. Oleh karena itu, sejak 2025 kami di Komisi 3 terus memperjuangkan agar perbaikan jalan ini masuk dalam prioritas pembangunan daerah," ujar Remly.
Selain dua ruas utama tersebut, Dinas PUPR Sulut juga mengajukan usulan anggaran tambahan untuk sejumlah titik pengerjaan di wilayah Lahendong. Alokasi yang diajukan masing-masing sebesar Rp 1 miliar, Rp 1,4 miliar, dan Rp 600 juta.
Secara keseluruhan, pagu anggaran sementara Dinas PUPR Sulut untuk tahun 2027 tercatat berada di angka sekitar Rp 150 miliar. Angka ini mencakup berbagai program peningkatan infrastruktur di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
Remly menambahkan, kepastian alokasi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat di Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara. Ia menegaskan bahwa distribusi hasil pertanian selama ini kerap terhambat akibat kondisi jalan yang buruk.
"Akses jalan yang bagus adalah urat nadi perekonomian masyarakat. Jika jalannya rusak, mobilitas warga terganggu dan distribusi hasil pertanian ikut terhambat. Kami sangat bersyukur aspirasi masyarakat Minsel–Mitra ini akhirnya diakomodir oleh Dinas PUPR Sulut," ungkapnya.
Meski anggaran telah dipastikan masuk, Remly menegaskan bahwa perjuangan ini belum selesai. Ia berkomitmen mengawal proses hingga pengerjaan fisik benar-benar terealisasi di lapangan.
"Perjuangan ini belum selesai sampai pengerjaan fisik benar-benar terealisasi. Kami akan terus mengawalnya agar masyarakat bisa segera menikmati jalan yang layak, aman, dan nyaman," kata Remly.
Perbaikan kedua ruas jalan ini diharapkan memperlancar konektivitas antarkabupaten sekaligus mendorong roda perekonomian masyarakat di kawasan Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara.