KOTAMOBAGU — Panitia drag race yang dipimpin Lucky Sugeha tidak tinggal diam setelah tragedi yang menewaskan sembilan orang. Mereka mengunjungi rumah duka para korban dan menyerahkan santunan, langkah yang diapresiasi keluarga.
Lucky Sugeha aktif mendampingi keluarga sejak hari pertama pascakejadian. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa materi, tetapi juga tenaga untuk kebutuhan keluarga selama berduka.
"Kalau Pak Lucky datang sejak hari pertama kejadian. Dan hingga saat ini masih bersama kami keluarga korban," kata Aan Kurniawan Ponamon, anak almarhum Ali Ponamon, saat ditemui pada Senin (31/8/2026).
Keluarga almarhum Ali Ponamon menjadi salah satu yang merasakan perhatian panitia. Aan menegaskan bahwa kehadiran Lucky dan tim tidak sekadar seremonial. Santunan diberikan, kebutuhan keluarga selama masa berkabung juga dibantu.
Di tengah perdebatan soal tanggung jawab atas insiden ini, sebagian keluarga justru memilih mengucapkan terima kasih. Mereka menilai kehadiran panitia di rumah duka jauh lebih berarti dibanding sekadar pernyataan resmi.
Kehilangan yang dialami keluarga meninggalkan luka mendalam. Namun, mereka berusaha menerima kepergian orang tercinta sebagai bagian dari takdir.
Perhatian yang diberikan Lucky Sugeha dan panitia menjadi penguat bagi keluarga korban dalam menjalani masa sulit. Tidak sedikit yang berharap pendampingan ini berlanjut, tidak berhenti pada momen pemakaman.