Pencarian

Korban Jiwa Gempa Flores NTT Tembus 111 Orang, 10.232 Kali Gempa Susulan Masih Berlanjut

Senin, 31 Agustus 2026 • 16:35:31 WIB
Korban Jiwa Gempa Flores NTT Tembus 111 Orang, 10.232 Kali Gempa Susulan Masih Berlanjut
Petugas gabungan terus mendistribusikan logistik ke daerah terisolir di pesisir utara Flores pascagempa.

SULAWESI UTARA — Separuh dari total guncangan susulan tersebut terjadi dalam skala yang cukup signifikan. BMKG mencatat 35 kali gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5, dengan kekuatan tertinggi mencapai magnitudo 6,2 dan terendah magnitudo 1,0. Angka ini menunjukkan aktivitas seismik di kawasan patahan Flores masih sangat aktif meski grafik peluruhannya mulai menunjukkan tren penurunan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers Minggu (30/8) menyampaikan bahwa laporan korban jiwa tidak lagi bertambah dalam beberapa hari terakhir. Jumlah kumulatif korban meninggal masih bertahan di angka 111 orang.

Data Korban dan Penanganan Darurat

"Setelah terjadi gempa, kami juga dapatkan laporan korban jiwa yang meninggal dan yang luka-luka. Per hari ini dan dari beberapa hari yang lalu kami tidak memperoleh lagi laporan adanya korban meninggal baru, sehingga total yang meninggal adalah 111 orang," ujar Berton melalui kanal YouTube BNPB.

Lambatnya penambahan data korban jiwa bisa menjadi indikasi bahwa proses evakuasi di titik-titik terdampak telah mencapai tahap akhir. Namun BNPB tetap mewaspadai potensi risiko dari ratusan ribu warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian, terutama mengingat intensitas guncangan yang masih terjadi di wilayah pesisir utara Flores.

Durasi Aktivitas Gempa Susulan

BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan akan terus berlangsung dalam kurun waktu tiga hingga empat minggu ke depan. Estimasi tersebut dihitung berdasarkan pola peluruhan energi seismik yang umum terjadi setelah gempa besar di zona tumbukan lempeng.

Masyarakat di pesisir Flores diminta tetap waspada terhadap potensi tsunami susulan meskipun peringatan dini untuk guncangan utama telah dicabut. Data terakhir menunjukkan episentrum gempa berada di laut dengan mekanisme sesar naik, jenis patahan yang berisiko memicu gelombang tinggi jika terjadi deformasi dasar laut.

BNPB bersama TNI, Polri, dan relawan masih memusatkan upaya pada pendistribusian logistik ke daerah terisolir dan pemulihan infrastruktur dasar seperti listrik serta jaringan komunikasi. Sementara itu, tim kesehatan lapangan terus melakukan penyisiran untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabencana di lokasi pengungsian.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: seputarsumut.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks