Pencarian

90% Warga Komus Dua Timur Bolmut Alami Krisis Air Bersih, Mata Air Mengering dan Bantuan Masih Terbatas

Minggu, 30 Agustus 2026 • 20:46:02 WIB
90% Warga Komus Dua Timur Bolmut Alami Krisis Air Bersih, Mata Air Mengering dan Bantuan Masih Terbatas
Warga Desa Komus Dua Timur, Bolmut, mengangkut air bersih dari luar desa untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci.

BOLMUT — Frens Mamuko, Kepala Desa Komus Dua Timur, mengatakan hampir seluruh warganya kini kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Dari total 120 kepala keluarga, ia memperkirakan hanya sekitar 10 persen yang masih memiliki akses air, itupun dengan jumlah yang sangat terbatas.

"Di desa ini ada 120 kepala keluarga. Hampir semua kepala keluarga mengalami masalah krisis air bersih dari dampak kemarau saat ini," ujar Frens saat ditemui di rumahnya, Minggu (30/8).

Mata Air Mengering Total, Sumur Warga Tak Lagi Keluarkan Air

Frens menuturkan, dampak kemarau tahun ini jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia mengaku dalam pengalamannya selama sepuluh tahun terakhir, belum pernah merasakan kekeringan separah sekarang. Pada musim kemarau sebelumnya, rumahnya masih mendapat pasokan air dari bak penampung meski debitnya kecil. Namun tahun ini, sumber tersebut benar-benar tidak berfungsi.

"Karena mata air yang biasanya digunakan untuk mendapatkan air sudah mengering," ungkapnya.

Setiap sore, warga terpaksa keluar desa untuk mencari sumber air guna mandi dan mencuci. Situasi ini membuat Frens menyebut air sebagai barang yang sangat berharga di tengah kondisi darurat seperti sekarang.

Bantuan Air Bersih Mengalir, tapi Satu Truk Tangki Jadi Kendala

Pemerintah Kabupaten Bolmut telah menetapkan status siaga darurat tanggap bencana kekeringan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmut Irma Ginoga melaporkan, per Selasa (25/8) ada 19 desa yang mengalami krisis air bersih. Pihaknya sudah menyalurkan bantuan air bersih dan air minum ke lokasi terdampak, termasuk dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Frens menyampaikan apresiasi atas bantuan yang datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Ketua DPRD Bolmut, sekolah, organisasi kemasyarakatan, hingga warga desa tetangga. "Bantuan air tersebut ada dari pemerintah daerah, Ketua DPRD Bolmut, sekolah, organisasi, bahkan warga dari desa lain turut membantu," tuturnya.

Meski demikian, keterbatasan armada masih menjadi persoalan. BPBD Bolmut saat ini hanya memiliki satu truk tangki air untuk melayani seluruh desa yang membutuhkan. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Bolmut baru akan terjadi pada September 2026.

19 Desa Terdampak Kekeringan di Bolmut

Berdasarkan laporan BPBD Bolmut, berikut daftar desa yang mengalami krisis air bersih:

  • Sidodadi
  • Pangkusa
  • Sangtombolang
  • Apeng Sembeka
  • Sampiro
  • Sangkub 1
  • Bohabak 1
  • Mokoditek 1
  • Inomunga
  • Inomunga Utara
  • Komus 2
  • Komus 2 Timur
  • Komus 1
  • Tanjung Sidupa
  • Dengi
  • Wakat
  • Saleo 1
  • Solo
  • Boroko

Frens mengatakan, ia kerap menyampaikan situasi ini saat ibadah di gereja dan kegiatan keagamaan lainnya. Selain meminta bantuan, ia juga mengajak warganya untuk bijak menggunakan air di tengah masa sulit ini.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulawesion.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks