MANADO — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto menyampaikan capaian inflasi kumulatif provinsi itu hingga Agustus 2026 mencapai 3,68 persen. Angka tersebut melampaui sasaran inflasi nasional yang ditetapkan pada kisaran 1 hingga 3,5 persen.
Joko menyampaikan hal itu dalam kegiatan Outlook Ekonomi dan Prospek Dunia Usaha di Four Points Manado, Rabu (16/9/2026). Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah.
Komoditas cabai menjadi salah satu pendorong utama inflasi Sulawesi Utara. Cabai memberikan andil sebesar 0,33 persen terhadap inflasi daerah.
"Bapak, Ibu, pendorong utama inflasi yang ada di daerah kita ini adalah cabe. Cabe memiliki andil yang cukup besar, 0,33%. Sehingga, inilah yang harus juga kita lakukan pengamatan bersama dan kita lakukan intervensi," ujar Joko.
Besarnya andil cabai membuat Bank Indonesia Sulawesi Utara menempatkan komoditas ini sebagai prioritas pengendalian harga. Pemantauan dilakukan bersama instansi terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
BI Sulawesi Utara bersama pihak terkait mulai melakukan intervensi harga cabai di sejumlah wilayah. Lokasi intervensi meliputi Manado, Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan.
Joko menjelaskan, intervensi tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga di tingkat pasar. Harga diharapkan tetap memberikan keuntungan bagi petani, namun tetap terjangkau bagi konsumen.
"Kita sudah mulai melakukan intervensi harga cabe yang ada di pasar, baik yang di Manado, yang di Minahasa Utara, maupun di Minahasa Selatan. Ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan harga di pasar sehingga harganya masih menguntungkan petani, tetapi juga masih terjangkau untuk konsumen," jelasnya.
Pengendalian inflasi hingga akhir tahun membutuhkan penguatan sinergi antarinstansi. Joko menyoroti pentingnya menjaga pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga di pasar.
"Oleh karena itu, Bapak, Ibu, kita perlu meningkatkan kolaborasi kita, sinergi kita di dalam menjaga pasokan, kelancaran distribusi, dan juga stabilitas harga," pungkasnya.
Langkah lanjutan setelah intervensi di tiga wilayah tersebut akan bergantung pada perkembangan harga cabai di pasar. Pemantauan dilakukan untuk memastikan pasokan tetap lancar hingga akhir tahun.