IHSG Dibuka Naik 0,33% ke 6.297, Pasar Tunggu Hasil RDG BI

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 23 September 2026 | 09:19:01 WIB
IHSG dibuka menguat 0,33% ke level 6.297 pada perdagangan Rabu (23/9/2026).

SULAWESI UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 20,91 poin atau 0,33% ke level 6.297 pada perdagangan Rabu (23/9/2026) pukul 9.01 WIB. Kenaikan terjadi saat pelaku pasar menanti pengumuman suku bunga hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pertemuan 22–23 September. Pasar memperkirakan BI Rate ditahan di 5,75% di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan kenaikan yield global.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume perdagangan 2,11 miliar saham dengan nilai transaksi Rp753 miliar hanya dalam lima menit pertama sesi. Frekuensi transaksi tercatat 146.060 kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 272 saham menguat, 220 saham melemah, dan 195 saham stagnan.

Pasar Menanti Sikap BI atas Tekanan Rupiah

BRI Danareksa Sekuritas menyoroti sentimen utama hari ini tertuju pada respons Bank Indonesia terhadap tekanan nilai tukar rupiah dan kenaikan yield global. Ekspektasi pasar masih mengarah pada penahanan BI Rate di level 5,75% disertai optimalisasi intervensi valuta asing.

Rapat Dewan Gubernur BI yang berlangsung 22–23 September menjadi penentu arah pasar jangka pendek. Keputusan suku bunga akan memengaruhi daya tarik aset berdenominasi rupiah, termasuk saham perbankan yang menjadi bobot terbesar IHSG.

Tekanan Teknikal Masih Bayangi IHSG

Dari sisi teknikal, IHSG telah breakdown dari pola rising wedge dan kembali berada di bawah MA20 di level 6.410. Indikator MACD masih menunjukkan bearish crossover dengan histogram negatif yang melebar.

Posisi indeks yang tertahan di bawah MA20 mengindikasikan tekanan jual belum sepenuhnya hilang. Pelaku pasar jangka pendek mencermati apakah penguatan pagi ini mampu bertahan hingga penutupan sesi pertama.

Yang Perlu Dicermati Investor Hari Ini

  • Level 6.410 (MA20) menjadi resistensi terdekat yang harus ditembus IHSG untuk membalik tren jangka pendek.
  • Keputusan BI Rate diumumkan seusai RDG 22–23 September, menjadi katalis utama sesi hari ini.
  • Intervensi valas BI menjadi penopang stabilitas rupiah di tengah kenaikan yield global.
  • Nilai transaksi Rp753 miliar di lima menit pertama mencerminkan likuiditas yang masih terjaga.

Perdagangan sesi pagi ini akan menjadi ujian apakah kenaikan 0,33% berlanjut atau justru terseret tekanan teknikal yang masih membayangi indeks.

Reporter: Sutomo
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top