Samsung Sebut Kamera Pengaruhi 70% Pilihan Konsumen ke Galaxy S FE

Penulis: Fajar  •  Jumat, 25 September 2026 | 11:48:31 WIB
Samsung menyebut kamera berkontribusi sekitar 70% dalam pertimbangan konsumen memilih lini Galaxy S FE.

SULAWESI UTARA — Data internal Samsung Electronics Indonesia menunjukkan faktor kamera berkontribusi sekitar 70% dalam pertimbangan konsumen memilih lini Galaxy S FE. Temuan itu diungkap di tengah peluncuran Galaxy S26 FE yang membawa konfigurasi tiga kamera belakang dan sejumlah fitur berbasis Galaxy AI. Samsung menilai konsumen kini menimbang kamera, performa, layar, dan AI sebagai satu pengalaman utuh, bukan fitur terpisah.

Harry Lee, President of Samsung Electronics Indonesia, menyatakan pembeli ponsel di Tanah Air tidak lagi menilai satu spesifikasi secara terpisah. Menurutnya, keputusan pembelian kini mencakup bagaimana kamera, performa, layar, AI, dan dukungan jangka panjang saling melengkapi.

Pernyataan itu disampaikan Harry dalam wawancara tertulis dengan detikINET. Angka 70% disebut sebagai indikator kuatnya peran kamera, bukan satu-satunya alasan konsumen menjatuhkan pilihan ke Galaxy S FE.

Konfigurasi Kamera Galaxy S26 FE

Galaxy S26 FE yang belum lama ini dirilis membawa tiga kamera belakang. Ada kamera utama 50 MP dengan OIS, ultrawide 12 MP, serta telephoto 8 MP dengan OIS dan optical zoom 3x.

Kamera telephoto tersebut mendukung digital zoom hingga 30x. Di sisi depan, Samsung menyematkan kamera selfie 12 MP dengan sudut pandang 85 derajat, yang diklaim memiliki bidang pandang lebih luas dibandingkan Galaxy S25 FE.

Samsung juga menonjolkan tiga fitur pendukung: My FanCam, Horizontal Lock, dan Photo Assist. Ketiganya dirancang memberi keleluasaan lebih bagi pengguna saat menangkap, menyempurnakan, hingga membagikan konten.

Kamera dan Galaxy AI Dianggap Saling Melengkapi

Harry menegaskan meningkatnya penggunaan fitur kreatif tidak membuat konsumen harus memilih antara kemampuan kamera dan AI. Keduanya disebut bekerja pada ranah berbeda namun saling menguatkan.

"Kamera memberikan kemampuan untuk menangkap momen, sementara AI membantu pengguna mendapatkan hasil yang sebelumnya membutuhkan lebih banyak langkah dan proses," ujarnya.

Samsung melihat nilai AI justru muncul ketika teknologi itu mampu membuka lebih banyak kemungkinan dari hardware yang sudah dimiliki pengguna. Karena itu, perusahaan berupaya merancang kemampuan kamera dan AI agar bekerja bersama, bukan sebagai dua fitur yang berdiri sendiri.

"Bagi kami, inovasi bukan tentang membuat pengguna memilih antara hardware atau AI, tetapi membuat keduanya bekerja bersama untuk memperluas apa yang dapat mereka lakukan," kata Harry.

Diferensiasi AI Mulai Bergeser ke Relevansi

Fitur AI kini mudah ditemukan di berbagai merek smartphone. Harry menilai pembeda antarprodusen bukan lagi sekadar jumlah kemampuan AI yang ditawarkan, melainkan seberapa relevan teknologi tersebut dipakai sehari-hari.

"Di tengah AI yang semakin mudah diakses, diferensiasi bukan lagi tentang siapa yang memiliki AI paling banyak, tetapi siapa yang mampu membuat AI paling relevan bagi kehidupan pengguna," ujarnya.

Samsung menempatkan Galaxy AI di dalam pengalaman yang sudah familiar bagi pengguna. Harry mencontohkan Now Nudge, Circle to Search, dan Gemini Live sebagai implementasi pendekatan tersebut.

Perusahaan ingin kemampuan AI tidak berhenti pada menjawab pertanyaan, tetapi juga memahami konteks dan membantu pengguna mengambil tindakan yang relevan.

"Kami ingin AI menjadi teknologi yang bekerja di balik layar, sehingga yang dirasakan pengguna bukan kompleksitasnya, tetapi manfaatnya," pungkas Harry.

Pendekatan itu menjadi sinyal bagaimana Samsung memposisikan lini Galaxy S FE di pasar Indonesia. Lini ini bersaing di segmen menengah atas, tempat kamera dan AI menjadi dua daya tarik utama bagi konsumen yang aktif mengabadikan momen lewat smartphone.

Reporter: Fajar
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top