SULAWESI UTARA — Apple memangkas sejumlah karyawan divisi Fitness+ pada pekan lalu, menyasar tim pengembang fitur audio seperti Time to Walk dan Time to Run. Langkah ini menandai gelombang kedua PHK setelah Agustus lalu yang memengaruhi lebih dari 200 posisi. Keputusan tersebut mengindikasikan perubahan struktural besar untuk layanan berlangganan yang bersaing dengan Peloton itu.
Fitur audio Fitness+ tidak dihentikan untuk saat ini. Namun, laporan menyebut perilisan konten audio baru diperkirakan menjadi lebih jarang ke depan.
Perlambatan ini menjadi sinyal bahwa Apple mulai mengurangi investasi pada konten orisinal Fitness+, meski layanan intinya masih beroperasi.
Apple telah mengevaluasi sepak terjang Fitness+ sejak awal 2026. Perusahaan menilai layanan ini bersaing langsung dengan platform seperti Peloton di pasar kebugaran digital.
Salah satu arah yang dipertimbangkan adalah integrasi lebih dalam antara Fitness+ dan aplikasi Kesehatan milik Apple. Perusahaan dilaporkan menyiapkan desain ulang besar-besaran untuk aplikasi Kesehatan, termasuk menghadirkan konten video yang menjelaskan topik kesehatan kepada pengguna.
Pemangkasan di divisi Fitness+ merupakan gelombang kedua PHK Apple. Sebelumnya, pada Agustus, perusahaan melakukan hal serupa yang memengaruhi lebih dari 200 posisi.
Mengutip TechCrunch, sekitar 100 orang terkena PHK dari tim Vision Pro. Pengurangan lainnya memengaruhi tim yang mengerjakan Siri dan Intelligent Systems Experience, yang berfokus pada integrasi AI ke dalam perangkat.
Bagi pengguna Indonesia yang berlangganan Fitness+, fitur audio yang ada saat ini masih bisa digunakan. Namun, ritme konten baru yang melambat bisa memengaruhi nilai layanan berlangganan dalam jangka menengah.
Langkah Apple ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi global, di mana perusahaan memperketat biaya pada unit bisnis yang belum menunjukkan pertumbuhan signifikan, sambil mengalihkan fokus ke AI dan integrasi lintas produk.