KOTAMOBAGU — AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., menempatkan interaksi langsung dengan warga sebagai bagian dari tugas sehari-hari. Di sela kesibukan memimpin jajaran kepolisian di Kotamobagu, ia menyempatkan diri menyapa masyarakat dengan sikap ramah.
Pendekatan itu bukan sekadar gaya personal. Bagi Kholik, kehadiran polisi di tengah warga harus terasa, bukan hanya lewat pengamanan, tetapi juga lewat cara bertutur dan menyapa.
Kholik menegaskan bahwa slogan Polisi Bersama Masyarakat tidak cukup berhenti sebagai kalimat. Ia menilai semangat itu harus diwujudkan melalui tindakan yang bisa dirasakan warga sehari-hari.
"Semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata," ujar AKBP Abdul Kholik.
Keramahan dan kepedulian, menurutnya, merupakan bentuk layanan kepolisian yang humanis. Pendekatan ini melengkapi tugas penegakan hukum yang selama ini melekat pada institusi Polri.
Polri tidak hanya dituntut menghadirkan rasa aman. Kholik menyebut rasa nyaman juga menjadi bagian dari pelayanan, sehingga warga merasa dihargai dan dilayani dengan sepenuh hati.
Dua hal itu dinilainya saling menguatkan. Keamanan tanpa kedekatan membuat jarak antara polisi dan masyarakat, sementara kedekatan tanpa penegakan hukum melemahkan fungsi institusi.
Kholik mengingatkan bahwa totalitas pengabdian tidak selalu tampak dari tindakan besar. Sapaan tulus dan tutur kata santun termasuk hal kecil yang berdampak panjang.
Kebiasaan sederhana itu, menurut Kapolres, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Kepercayaan yang terbangun dari interaksi harian dinilai lebih tahan lama dibanding pendekatan yang hanya muncul saat ada persoalan.
Jajaran Polres Kotamobagu diminta menerapkan pola yang sama dalam pelayanan sehari-hari, mulai dari penerimaan laporan warga hingga kegiatan di tingkat kelurahan dan desa.