SULAWESI UTARA — PT BRI Asuransi Indonesia menggelar Program Literasi dan Inklusi Keuangan Asuransi di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada Jumat (23/10/2026), menyasar perempuan pelaku usaha binaan PT Permodalan Nasional Madani. Edukasi ini menyasar kelompok usaha mikro yang rentan terhadap risiko finansial. Pemahaman asuransi dinilai menjadi bekal penting agar usaha kecil tetap bertahan saat risiko datang.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya PT BRI Asuransi Indonesia memperluas pemahaman masyarakat soal literasi dan inklusi keuangan di bidang asuransi. Lewat edukasi yang diberikan, peserta diharapkan mengenali manfaat asuransi serta memahami pentingnya menyiapkan perlindungan finansial terhadap risiko yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Risiko bagi usaha kecil tidak datang hanya dari fluktuasi penjualan. Gangguan kesehatan, kerusakan aset, hingga kejadian tak terduga lain bisa langsung menggerus modal kerja yang pas-pasan. Di titik inilah pemahaman asuransi menjadi relevan bagi perempuan pelaku usaha yang menjadi tulang punggung banyak rumah tangga produktif.
Dendy Agil Permana, Pejabat Sementara Deputy Branch Manager PT BRI Asuransi Indonesia yang mewakili Pimpinan Cabang Medan, menegaskan pentingnya pemahaman asuransi bagi pelaku usaha. Menurutnya, risiko dapat terjadi kapan saja dan di mana saja sehingga pemahaman mengenai perlindungan asuransi perlu diperhatikan untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Kolaborasi dengan PNM bukan tanpa alasan. Lembaga itu memiliki jaringan nasabah usaha mikro perempuan yang luas, sehingga menjadi mitra efektif untuk menjangkau kelompok yang selama ini kurang tersentuh edukasi asuransi. Peserta kegiatan merupakan nasabah binaan PNM di wilayah Pematang Siantar dan sekitarnya.
Manager Supporting PT Permodalan Nasional Madani, Dimas Arisandi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaborasi tersebut. Ia berharap kegiatan ini memberi wawasan baru yang bermanfaat bagi para peserta dalam merencanakan masa depan.
"Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat berkumpul untuk mendapatkan pengetahuan baru terkait literasi asuransi keuangan dari BRI Insurance. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal untuk masa depan ibu-ibu semua," ujar Dimas.
Literasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan literasi perbankan. Banyak pelaku usaha kecil memandang asuransi sebagai biaya tambahan, bukan bagian dari strategi pengelolaan risiko. Padahal, satu kejadian buruk tanpa perlindungan bisa menghapus modal yang dibangun bertahun-tahun.
BRI Insurance sendiri merupakan anak usaha di lini asuransi dalam ekosistem BRI Group. Kegiatan literasi seperti di Pematang Siantar menjadi salah satu jalur perusahaan memperkenalkan produk dan manfaat asuransi ke segmen yang lebih luas, sekaligus memperkuat basis nasabah di segmen mikro.
Bagi peserta, nilai kegiatan ini terletak pada pemahaman praktis: kapan asuransi dibutuhkan, jenis perlindungan apa yang sesuai skala usaha, dan bagaimana mengalokasikan dana tanpa mengganggu modal kerja. Edukasi semacam ini menjadi pintu masuk inklusi keuangan yang lebih merata di daerah.
Ke depan, keberlanjutan program bergantung pada seberapa konsisten kolaborasi antara perusahaan asuransi dan lembaga pembiayaan mikro menyentuh wilayah di luar kota besar. Pematang Siantar menjadi salah satu titik awal, dengan Sumatera Utara sebagai pasar yang masih terbuka lebar bagi perluasan literasi keuangan.