SULAWESI UTARA — Motorola Moto G86 Power memimpin kapasitas baterai dengan 6.720 mAh, tapi Infinix Note 60 menawarkan kombinasi pengisian 45W plus nirkabel 30W yang jarang ada di kelas ini. Ketiga ponsel—Motorola, Infinix, dan Redmi—menawarkan pendekatan berbeda untuk urusan daya tahan, dengan harga bergeser dari Rp 3,5 juta hingga Rp 4,9 juta tergantung varian dan toko.
Perbandingan ini menyorot tiga ponsel yang bermain di rentang harga bawah Rp 5 juta, dengan fokus tunggal pada baterai dan pengisian daya. Metodenya sederhana: membandingkan angka kapasitas, kecepatan pengisian kabel, dan fitur nirkabel dari data spesifikasi yang tersedia. Perlu dicatat, angka daya tahan tubuh masih berupa klaim produsen dan belum diuji dalam penggunaan nyata sehari-hari.
Motorola Moto G86 Power membawa baterai 6.720 mAh, angka tertinggi di antara ketiganya. Infinix Note 60 menyusul dengan 6.500 mAh, sementara Redmi berada di posisi paling rendah dengan sekitar 5.500 mAh. Selisih antara Motorola dan Redmi mencapai lebih dari 1.200 mAh, yang secara teoretis berarti tambahan waktu layar cukup signifikan.
Motorola mengklaim ponselnya bisa bertahan 41 sampai 53 jam untuk penggunaan normal, atau sekitar 15 jam screen time. Klaim ini perlu dibuktikan dengan pengujian mandiri, karena pola pemakaian tiap pengguna berbeda. Infinix mengklaim baterai 6.500 mAh-nya cukup untuk seharian penuh, tapi tanpa angka spesifik yang bisa diverifikasi.
Infinix Note 60 versi standar mendukung pengisian kabel 45W dan nirkabel 30W. Fitur nirkabel di rentang harga ini tergolong langka, dan Infinix satu-satunya di antara ketiganya yang menyediakannya. Redmi juga mendukung 45W lewat kabel, tapi tanpa nirkabel. Motorola hanya membawa 33W TurboPower.
Dari sisi waktu pengisian, Motorola butuh sekitar 1 jam 25 menit dari 1 persen sampai penuh. Angka ini lebih lama dari dua pesaingnya yang sama-sama 45W. Artinya, meski kapasitas baterainya paling besar, Motorola bukan yang tercepat saat diisi ulang.
Motorola memakai panel P-OLED yang menghadirkan warna tajam dan kontras tinggi. Infinix Note 60 memakai AMOLED yang diklaim nyaman untuk menonton video dan bermedia sosial. Redmi tidak disebutkan jenis panelnya dalam data yang tersedia, sehingga perbandingan layar belum bisa dilakukan secara adil untuk ketiganya.
Baik P-OLED maupun AMOLED sama-sama menawarkan keunggulan kontras dibanding panel LCD biasa. Untuk pengguna yang sering menonton konten gelap atau membaca di malam hari, panel OLED umumnya lebih nyaman karena hitamnya pekat dan konsumsi daya lebih rendah saat menampilkan warna gelap.
Redmi dibanderol sekitar Rp 3,5 juta sampai Rp 4,2 juta, tergantung varian dan toko. Motorola Moto G86 Power mulai Rp 3.939.000 untuk varian 8 GB/256 GB. Infinix Note 60 berada di rentang Rp 4.449.000 sampai Rp 4.899.000 untuk varian 8 GB/256 GB. Harga bisa bergeser antarplatform, jadi pengecekan di beberapa tempat sebelum membeli tetap disarankan.
Motorola unggul di kapasitas baterai dan panel P-OLED, tapi pengisian 33W-nya paling lambat di antara ketiganya. Infinix menawarkan kombinasi pengisian tercepat plus nirkabel, tapi harganya paling tinggi dan kapasitas baterainya sedikit di bawah Motorola. Redmi paling terjangkau, tapi baterainya paling kecil dan tidak punya fitur nirkabel.
Kalau prioritas utama adalah daya tahan tubuh sepanjang hari tanpa sering mengisi ulang, Motorola Moto G86 Power jadi pilihan paling logis dengan baterai 6.720 mAh. Kalau kamu sering lupa mencolok kabel dan ingin pengisian cepat plus nirkabel, Infinix Note 60 menawarkan kombinasi yang sulit ditandingi di kelas ini—dengan catatan harga paling tinggi.
Redmi cocok untuk pengguna yang ingin baterai cukup untuk pemakaian harian dengan anggaran paling ketat. Kekurangannya, kapasitas 5.500 mAh dan absennya nirkabel membuatnya kurang ideal untuk pengguna berat yang sering berpindah tempat tanpa akses colokan. Semua angka daya tahan di atas masih klaim produsen, jadi hasil nyata bisa berbeda tergantung pola pemakaian masing-masing.