Call of Duty Dikecam Warga Korea Selatan Gara-gara Cuplikan Tragedi Itaewon

Penulis: Saiful  •  Minggu, 01 November 2026 | 14:17:31 WIB
Activision meminta maaf dan berjanji menghapus cuplikan tragedi Itaewon dari Call of Duty: Modern Warfare 4 pada pembaruan 12 November.

SULAWESI UTARA — Activision mendapat kecaman dari keluarga korban tragedi Itaewon setelah cuplikan berita asli insiden 29 Oktober 2022 muncul di awal Call of Duty: Modern Warfare 4. Cuplikan beberapa detik itu dipakai untuk menggambarkan jatuhnya korban sipil dalam skenario fiktif invasi Korea Utara. Perusahaan telah meminta maaf dan berjanji menghapusnya pada update 12 November.

Perkumpulan keluarga korban tragedi Itaewon menyatakan kekecewaannya atas penggunaan rekaman nyata bencana tersebut tanpa izin. Kelompok 10.29 Itaewon Disaster Bereaved Families Association menyebut adegan dalam game memperlihatkan warga melakukan CPR dan jenazah tergeletak di jalan persis seperti kondisi asli di lokasi kejadian.

Tragedi Itaewon sendiri menewaskan 158 orang akibat desak-desakan saat pesta Halloween di salah satu gang sempit di distrik Itaewon, Seoul. Hingga kini, warga yang terlibat dalam upaya penyelamatan maupun yang menyaksikan langsung peristiwa itu masih mengalami trauma.

Apa Isi Cuplikan yang Dipersoalkan

Rekaman berdurasi beberapa detik itu muncul di bagian awal Call of Duty: Modern Warfare 4. Satu klip memperlihatkan suasana kacau dengan seseorang melakukan CPR terhadap korban yang terbaring di jalan. Klip lain menampilkan barisan jenazah yang dibaringkan di jalan dan seorang korban yang dibawa menggunakan tandu.

Activision memakai liputan berita asli tragedi Itaewon untuk membangun narasi fiksi dalam game. Penerbit asal Amerika Serikat itu menegaskan tidak bermaksud menyepelekan tragedi Itaewon atau bencana lain dalam bentuk apa pun.

Tanggapan Keluarga Korban

Perkumpulan keluarga korban menyampaikan pernyataan resmi menanggapi munculnya rekaman tersebut. Mereka menyoroti penggunaan adegan kekacauan yang penuh keputusasaan sebagai bahan game.

"Kami sangat terkejut bahwa adegan kekacauan yang penuh putus asa, di mana banyak warga melakukan CPR untuk menyelamatkan satu sama lainnya dan para korban tergeletak di jalan yang dingin, digunakan persis seperti apa adanya untuk membuat adegan dalam sebuah game," kata perkumpulan keluarga korban tragedi Itaewon, seperti dikutip dari BBC.

Keputusan Activision menghapus cuplikan tersebut disambut baik oleh kelompok 10.29 Itaewon Disaster Bereaved Families Association. Meski begitu, mereka menegaskan belum menerima permintaan maaf langsung dari pihak Activision.

Jadwal Penghapusan dan Versi Game

Activision menjadwalkan penghapusan cuplikan itu melalui update game berikutnya pada 12 November. Sebelum tanggal tersebut, rekaman tragedi Itaewon masih tampil di versi Call of Duty: Modern Warfare 4 yang beredar.

Game tersebut baru dirilis pekan lalu dan langsung menuai kritik karena mengangkat skenario fiktif invasi Korea Utara ke Korea Selatan. Perang Korea memang berakhir pada 1953, tetapi kedua negara tidak pernah menandatangani perjanjian damai sehingga konflik tetap menjadi kekhawatiran besar di kawasan tersebut.

Mengapa Kasus Ini Penting bagi Industri Game

Insiden ini menambah daftar panjang persoalan etika penggunaan rekaman nyata dalam produk hiburan digital. Pengembang game yang mengangkat tema konflik militer berisiko bersinggungan dengan materi sensitif, terutama jika menyangkut korban jiwa dan keluarga yang masih hidup.

Bagi pasar game global, keputusan Activision menghapus konten tersebut menunjukkan tekanan publik dapat memaksa

Reporter: Saiful
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top