Haley Stevens Dukung Mike Rogers, Wawancara CNN Jadi Sorotan

Penulis: Sutomo  •  Senin, 02 November 2026 | 21:46:01 WIB
Anggota DPR AS dari Michigan Haley Stevens mengumumkan dukungannya kepada kandidat Partai Republik Mike Rogers.

SULAWESI UTARA — Anggota DPR AS dari Michigan Haley Stevens mengejutkan publik dengan mendukung kandidat Partai Republik Mike Rogers, bukan Abdul El-Sayed dari partainya sendiri. Dukungan itu disampaikan menjelang pemilihan tengah masa jabatan, setelah Stevens sebelumnya menyerukan El-Sayed mengecam iklan yang disebut antisemit. Wawancara Stevens dengan Anderson Cooper di CNN menjadi salah satu momen paling banyak dibicarakan dalam siklus politik Amerika Serikat kali ini.

Haley Stevens, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dari Partai Demokrat untuk Michigan, mengumumkan dukungannya kepada Mike Rogers dari Partai Republik. Langkah Stevens itu mengejutkan banyak pihak karena ia baru saja kalah dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat dari Abdul El-Sayed, kandidat yang kini maju mewakili partai tersebut.

Dukungan tersebut disampaikan pada Minggu malam waktu setempat, menjelang pemungutan suara pemilihan tengah masa jabatan. Sepanjang hari itu, respons publik terbelah: pujian datang dari kubu kanan, sementara kemarahan dan kebingungan muncul di kubu kiri.

Alasan Stevens Berbelok ke Rogers

Dalam wawancara dengan pembawa acara CNN Anderson Cooper, Stevens menyebut keputusannya sebagai persoalan yang lebih luas di internal Partai Demokrat. Ia menyinggung gaya politik El-Sayed yang dinilainya semakin keras selama kampanye.

"Anderson, ini adalah poin yang lebih luas tentang apa yang terjadi di partai kita. Oke?" kata Stevens dalam wawancara tersebut.

Stevens menambahkan bahwa ia belum memberikan suaranya saat itu. Menurutnya, banyak tetangga dan pemilih di sekitarnya yang masih ragu dan merasakan hal yang sama.

Cooper mendesaknya soal apa yang berubah dalam semalam. Ia menyinggung bahwa Stevens sempat berbicara dengan anggota DPR dari Michigan Debbie Dingell sekitar tengah malam dan tidak memberi indikasi akan mendukung Rogers. Cooper juga menanyakan apakah pernyataan El-Sayed yang tidak menyetujui isi iklan dari kelompok luar, yang disebut antisemit, menjadi pemicu perubahan sikap Stevens.

Stevens sebelumnya memang menyerukan agar El-Sayed mengecam iklan tersebut sebagai syarat kehadirannya di acara persatuan. Ia lalu merilis pernyataan pada Sabtu yang menyebut dirinya "senang" El-Sayed mengeluarkan pernyataan itu.

Jawaban Tegas soal Kemungkinan Berubah Pikiran

Saat Cooper bertanya apakah ia mungkin berubah pikiran lagi, Stevens menjawab tegas. "Anderson, pikiran saya sudah bulat. Saya perempuan independen. Saya sudah membuat keputusan," ujarnya.

Ia tetap menyatakan cintanya kepada Partai Demokrat dan meyakini partainya akan meraih kemenangan besar. Stevens juga menyinggung unggahan media sosialnya pada Agustus yang menyebut Rogers akan menjadi "stempel karet" bagi agenda Donald Trump. Ia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana ia kini bisa mendukung Rogers, selain menyebut dirinya hanya satu pemilih.

Stevens mempertanyakan mengapa Partai Demokrat dan kandidat utamanya melontarkan kemarahan serta minim kebaikan. Ia juga menyinggung pernyataan El-Sayed yang menyebut tidak membutuhkan dukungannya.

"Tidak apa-apa. Dan mengapa kemarahan itu? Mengapa frustrasi? Mengapa obsesi dengan Iran dan semua isu lain tentang apa yang terjadi di luar negeri? Apa yang akan kita lakukan di negara ini?" kata Stevens menirukan sikap yang dikritiknya.

Debbie Dingell Sebut Wawancara Itu Menyakitkan

Debbie Dingell, yang muncul di CNN setelah wawancara Stevens, mengaku tidak yakin akan bersedia diwawancarai jika tahu akan tampil tepat setelah Stevens. Ia menyebut wawancara tersebut sebagai salah satu yang paling menyakitkan yang pernah ia tonton.

"Itu salah satu wawancara paling menyakitkan yang pernah saya tonton," kata Dingell kepada Cooper.

Wawancara itu memperlihatkan bahwa politik kerap ditentukan oleh faktor kepribadian dan konflik internal partai. Hal semacam ini biasanya baru terungkap dalam pembahasan media setelah kampanye usai, bukan di tengah sorotan kamera televisi nasional.

Bagi Partai Demokrat, momen Minggu itu menjadi pengingat akan risiko kehilangan kemenangan di tengah jalan. Hasil pemungutan suara pada Selasa akan menunjukkan seberapa besar dampak drama politik ini terhadap peta suara di Michigan.

Reporter: Sutomo
Sumber: deadline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top