KAI Tambah 11 Pemberhentian KA Jarak Jauh di Bekasi, Cikarang, Jatinegara

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 04 November 2026 | 09:18:31 WIB
PT KAI menambah 11 pemberhentian KA jarak jauh di Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara mulai 1 Desember 2026.

SULAWESI UTARA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah 11 pemberhentian kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara mulai 1 Desember 2026 melalui Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026. Penambahan ini memperluas pilihan stasiun keberangkatan dan kedatangan bagi penumpang di kawasan timur Jabodetabek. Sepanjang Januari–Oktober 2026, ketiga stasiun itu mencatat 4,64 juta aktivitas naik-turun penumpang KAJJ, naik 9,32 persen dibanding periode sama tahun lalu.

JAKARTA — Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba mengatakan penambahan pemberhentian itu mengikuti persebaran mobilitas penumpang yang terus bergeser ke kawasan penyangga Jakarta. Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara kini tidak lagi sekadar menjadi titik transit Commuter Line, tetapi juga pintu masuk perjalanan antarkota.

"Bagi sebagian pelanggan, hal ini dapat memberikan alternatif untuk mengakses perjalanan antarkota tanpa harus selalu memilih stasiun utama di pusat Jakarta," ujar Anne dalam konferensi pers di Restoran Amanaia Menteng, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Stasiun Cikarang Catat Penambahan Terbanyak

Dari tiga stasiun, Cikarang mencatat lonjakan pemberhentian KAJJ paling besar. Jumlah perjalanan yang berhenti di Stasiun Cikarang naik dari 52 menjadi 58 perjalanan, atau bertambah enam kereta.

Keenam kereta itu adalah KA Manahan nomor 61 relasi Solo Balapan–Gambir, KA Pangandaran nomor 128 relasi Gambir–Sidareja, serta KA Parahyangan nomor 133 relasi Bandung–Gambir dan nomor 134 relasi Gambir–Bandung. Dua lainnya, KA Singasari nomor 149 relasi Blitar–Pasar Senen dan KA Tawangjaya Premium nomor 213 relasi Semarang Tawang–Pasar Senen.

Stasiun Bekasi bertambah dari 136 menjadi 139 perjalanan. Tiga kereta yang melayani pemberhentian baru di sana adalah KA Manahan nomor 59 relasi Solo Balapan–Gambir, KA Bangunkarta nomor 176 relasi Pasar Senen–Jombang, dan KA Tegal Bahari nomor 226 relasi Pasar Senen–Tegal.

Sementara Stasiun Jatinegara naik dari 94 menjadi 96 perjalanan, lewat KA Cakrabuana nomor 123 relasi Cirebon–Gambir dan KA Gumarang nomor 178 relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi.

Empat Juta Aktivitas Penumpang di Tiga Stasiun

Data KAI menunjukkan ketiga stasiun melayani 4.636.404 aktivitas naik dan turun penumpang KAJJ sepanjang Januari–Oktober 2026. Angka itu bertambah 395.231 aktivitas atau sekitar 9,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban layanan di ketiga stasiun juga ditopang mobilitas Commuter Line. Selama sepuluh bulan pertama 2026, tercatat 37.990.375 aktivitas masuk dan keluar penumpang Commuter Line di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara.

"Pengembangan layanan perlu mengikuti persebaran tersebut agar masyarakat memiliki alternatif keberangkatan dan kedatangan yang sesuai dengan kebutuhannya," kata Anne.

Penumpang Diminta Cek Ulang Stasiun di Tiket

Anne menegaskan penambahan pemberhentian hanya berlaku pada perjalanan tertentu sesuai jadwal GAPEKA 2026. Penumpang diminta memeriksa kembali stasiun keberangkatan dan kedatangan saat memesan tiket, karena tidak semua rangkaian KAJJ berhenti di ketiga stasiun tersebut.

KAI juga mempertimbangkan perkembangan mobilitas penumpang dalam menata akses dan menyesuaikan layanan kereta api. Menurut Anne, penambahan ini ditujukan agar warga Bekasi, Cikarang, dan kawasan sekitarnya punya lebih banyak pilihan terhubung dengan berbagai kota di Jawa.

Bagi penumpang harian, perubahan ini memangkas kebutuhan menuju Gambir atau Pasar Senen sebelum naik kereta antarkota. Konsekuensinya, waktu tempuh perjalanan ikut bertambah karena rangkaian berhenti di lebih banyak stasiun. Penumpang yang mengejar koneksi ketat perlu mencermati jadwal baru di GAPEKA 2026.

Penambahan pemberhentian di tiga stasiun timur Jabodetabek menegaskan pergeseran pola perjalanan kereta api nasional, dari terpusat di stasiun utama Jakarta ke titik-titik di kawasan penyangga yang pertumbuhan penumpangnya paling cepat.

Reporter: Sutomo
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top