SULAWESI UTARA — Sonos membuka permintaan akses beta Sonos 27voice, fitur kontrol suara berbasis AI yang memungkinkan perintah bahasa alami lewat sapaan "Hey Sonos". Uji coba terbatas ini hanya untuk pengguna di Amerika Serikat dan jumlahnya dibatasi, dengan peluncuran penuh direncanakan tahun depan. Langkah hati-hati Sonos ini muncul setelah pembaruan aplikasi 2024 yang memicu protes besar pengguna.
Perusahaan audio asal Santa Barbara, California, itu memilih jalur bertahap ketimbang merilis fitur ke seluruh pengguna sekaligus. Calon penguji harus mengajukan permintaan lewat aplikasi Sonos di iPhone, lalu menunggu persetujuan. Sonos menegaskan pengajuan tidak menjamin peserta diterima.
Sonos 27voice lahir dari trauma produk dua tahun lalu. Saat itu Sonos merombak total aplikasinya untuk menyambut peluncuran headphone Ace, pesaing AirPods Max. Hasilnya berantakan: fitur favorit hilang, speaker lama mengalami masalah koneksi, dan fitur aksesibilitas rusak.
Manajemen awalnya meremehkan keluhan. CEO Patrick Spence kemudian mengirim email permintaan maaf, menjanjikan tenggat perbaikan, dan merilis tujuh komitmen. Pengguna tetap menuntut Spence mundur, dan tuntutan itu terwujud.
Kali ini Sonos memisahkan pembaruan menjadi dua tahap. Versi Sonos 27 dirilis lebih dulu dengan perubahan moderat, sementara Sonos 27voice menyusul sebagai pembaruan terpisah.
Sonos 27voice menggantikan kontrol suara lama yang terbatas, mirip transisi Siri konvensional ke Siri berbasis AI. Pengguna cukup mengucapkan "Hey Sonos" kapan saja. Lampu status putih pada perangkat akan menyala lebih terang, volume audio otomatis menurun, dan nada konfirmasi berbunyi setelah perintah dipahami.
Perintah yang didukung mencakup pencarian musik maupun pertanyaan pengetahuan umum. Sonos memberi contoh seperti "Play the live, acoustic Nirvana album" atau "Group all my speakers and find a good playlist for winding down in the evening". Untuk pertanyaan umum, pengguna bisa bertanya "How many teaspoons are in a cup?" atau "Who won the Superbowl this year?".
Soal kemampuan, fitur ini bekerja mirip Siri di HomePod. Bedanya, Sonos membatasi akses jauh lebih ketat ketimbang Apple yang langsung menggulirkan pembaruan ke pengguna.
Peserta yang lolos mendapat akses mulai Jumat dan dapat mengikuti panduan penyiapan resmi Sonos. Kuota peserta terbatas dan hanya dibuka untuk pengguna yang berbasis di Amerika Serikat.
Sonos menyatakan akan menampung masukan rinci dari para penguji sebelum peluncuran resmi tahun depan. Pendekatan ini berbeda dari pola rilis cepat yang jadi standar banyak produsen perangkat pintar.
Bagi pasar Indonesia, belum ada indikasi jadwal ketersediaan Sonos 27voice. Pengguna lokal yang memiliki perangkat Sonos kemungkinan harus menunggu gelombang rollout berikutnya setelah uji coba AS selesai.
Reputasi Sonos sebagai produsen audio premium masih bayang-bayang insiden 2024. Keberhasilan 27voice akan menentukan apakah perusahaan bisa memulihkan kepercayaan pengguna di segmen speaker pintar yang makin padat oleh Amazon, Google, dan Apple.