MANADO — Flora datang ke panitia pemilihan dengan membawa berkas lengkap. Mantan Dekan Fakultas Hukum Unsrat itu menegaskan prioritasnya membangun infrastruktur kampus, terutama Rumah Sakit Pendidikan.
Menurut Flora, Unsrat perlu berdiri sebagai universitas yang diperhitungkan di kawasan Pasifik. Ambisi itu ia sampaikan langsung usai menyerahkan dokumen pendaftaran.
Flora menyebut pembangunan RS Pendidikan Unsrat sebagai agenda paling mendesak. Fasilitas itu dinilai menjadi penopang utama pengembangan fakultas kedokteran dan layanan kesehatan di Sulawesi Utara.
"Dan saat ini yang paling utama adalah membangun RS Pendidikan Unsrat Manado. Juga saya berharap bisa membawa kesejahteraan untuk dosen dan pegawai," kata Flora.
Kesejahteraan tenaga pendidik dan staf kependidikan masuk dalam paket janji kampanyenya. Flora juga menargetkan lulusan Unsrat mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Pembangunan infrastruktur menjadi pijakan awal yang disebut Flora. Menurutnya, kampus yang tertata akan menopang kualitas pembelajaran dan riset di Unsrat.
"Yang utama saya ingin membangun infrastruktur Unsrat Manado. Terlebih membangun universitas yang unggul dan jadi perhatian di kawasan Pasifik," ujarnya.
Flora juga menyoroti kesiapan mahasiswa setelah menyelesaikan studi. Ia berharap lulusan Unsrat bisa berkompetisi di ajang nasional dan internasional.
Seluruh rencana kerja Flora akan mengacu pada Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menyatakan programnya selaras dengan Renstra Kementerian Pendidikan Tinggi dan Renstra Unsrat.
"Yang semuanya berpedoman pada Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Juga memperhatikan Renstra Kementerian Pendidikan Tinggi dan Renstra Unsrat," ungkap Flora.
Pendaftaran Flora pada hari keempat tahapan menambah panjang daftar bakal calon rektor Unsrat. Panitia pemilihan masih membuka tahapan pendaftaran sebelum masuk ke proses penyaringan berikutnya.